Inilah Kader Partai NasDem dengan Karir Politik Terpanjang di Dewan Kota

0
500
A A N Gede Widiada

Dari sekian banyak anggota DPRD Kota Denpasar yang dilantik, ada Anak Agung Ngurah Gede Widiada. Kader Partai NasDem ini kembali ‘menghiasi’ kursi di dewan kota. Siapa dia?….

Inilah sosok dengan karir politik terpanjang di dewan kota. Widiada sudah menjadi anggota dewan selama 6 periode (5 periode saat di Golkar dan 1 periode di NasDem). Apa yang membuat pria kalem ini begitu kepincut dengan politik?.

Berkiprah di dewan selama 6 periode berturut-turut. Itu artinya Turah Widiada sudah melakoni pahit manis perjalanan politik lebih dari 30 tahun.

“Saya terjun ke politik sejak semester VI di FH Unud. Saat itu saya tertarik karena melihat politik sebagai sebuah seni tersendiri yang kalau kita maknai secara filosofis memiliki semangat dalam memperjuangkan sesuatu. Artinya memiliki dimensi kemanusiaan dan bertujuan mulia,” begitu alasannya.

Ayah dua anak ini mengungkapkan, kultur/budaya politik yang bertujuan mulia itu butuh perjuangan panjang. “Saya sudah memilih hidup dan berjuang di jalur yang saya yakini benar yakni politik. Saya diberi kesempatan untuk ikut berjuang di bawah naungan sebuah partai politik, tentu itu tidak akan saya sia-siakan. Kepercayaan besar ini tentu membawa konsekuensi tidak ringan. Apa yang menjadi aspirasi dan kepentingan rakyat harus diperjuangkan maksimal. Ini tanggung jawab moral yang harus diwujudkan,” tegasnya.

Meski di usia 61 tahun, semangat  bekerja masih tampak nyata di keseharian tokoh dan penglingsir Puri Peguyangan Denpasar ini. Tetap komit berkiprah di dunia politik sepanjang hasil pemikiran dan gagasannya selaras dengan perjuangan partai politik yang menaunginya yakni NasDem.

“Sepanjang hayat hidup di kandung badan, saya ingin ikut berjuang bersama pilihan partai politik saya yakni NasDem. Ini karena saya melihat partai ini memiliki komitmen yang jelas dan tegas dalam menjadikan Era Indonesia Baru (Restorasi Indonesia). Saya akan terus mengawal platform partai,” ungkapnya.

Berkecimpung di politik selama 35 tahun tentu membuat Widiada semakin ‘fasih’ menerjemahkan apa yang menjadi kepentingan masyarakat dan tuntutan partai. “Saya tidak ingin menjadi anggota dewan jika tidak diberikan support dan mandat oleh partai. Ini terkait kepercayaan partai kepada saya dan saya harus berjuang mewujudkannya,” tegasnya.

Dirinya tidak mau latah berbicara dan sok idealis, katanya. Bahwa dirinya sebagai kader partai, tentulah siap menjalankan apa yang ditugaskan oleh partai. “Itu sebabnya di partai yang dulu (Golkar –red) pun, saya juga mendapat support yang besar. Saya pernah diberi mandat untuk mencalonkan diri sebagai Walikota Denpasar meski gagal. Kepercayaan itulah yang harus dijaga,” tutur WK Partai NasDem Prov. Bali ini.

Widiada sadar, menjadi tokoh masyarakat sekaligus penglingsir puri, berarti mengemban dua tugas berat. Sebagai tokoh masyarakat, dirinya harus mampu menjaga komunikasi dan relasi yang baik dengan semua lapisan masyarakat sementara sebagai penglingsir, dia harus mampu mengayomi.

Tak lupa Widiada mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Denpasar atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan Partai NasDem sehingga bisa meraih 3 kursi.

“Saya mohon pamit selama 5 tahun menjadi anggota fraksi PDI Perjuangan dan kini kami membentuk fraksi sendiri dengan PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Denpasar dengan nama ‘Fraksi Restorasi Solidaritas’,” tutup Widiada.    (ari)