HUT Kemerdekaan RI Ke-74, Bandara Ngurah Rai – DFS Tampilkan Karya Artistik Limbah Plastik

0
425
Manajemen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan DFS Bali Airport memperingati HUT Kemerdekaan RI bertemakan Semangat Cinta Lingkungan

Mangupura, PERSPECTIVESNEWS-   Bertemakan semangat cinta lingkungan, peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Bali Airport I Gusti Ngurah Rai tahun ini cukup istimewa dan unik. Bandara paling sibuk kedua di Indonesia ini menggelar karya artistik dari limbah plastik kreasi seniman Bali yakni Marmar dan Monez.

Mengusung tema “Indonesia Independence Day – SDM Unggul Indonesia Maju”, suasana terminal Bandara Ngurah Rai, Bali bernuansa patriotik dengan dekorasi Bendera Sang Merah Putih berombak yang memanjang, gagah menghias langit-langit Terminal Keberangkatan Domestik dan Internasional.

Bali Airport I Gusti Ngurah Rai bekerja sama dengan DFS Bali Airport, menggelar suatu pertunjukan karya seni ikonik di area Duty Free Shop Fashion Street Area yang terletak di dalam Terminal Keberangkatan Internasional, Sabtu (17/8/2019).

Karya seni megah berupa diorama ombak tersebut menggambarkan ombak lautan Bali yang menjadi buruan para surfer dunia untuk ditaklukkan. Uniknya, diorama ombak ini dibuat dari sampah plastik dan botol plastik.

Marmar, seniman pengrajin ogoh-ogoh Bali, kali ini ditantang untuk mengubah ilustrasi hasil karya Monez, ilustrator yang telah melanglang buana dengan memamerkan karya digital dan lukisannya ke berbagai negara, menjadi instalasi seni berupa diorama ombak.

Marmar dikenal sebagai pengrajin ogoh-ogoh yang tidak menggunakan material styrofoam dalam setiap kreasinya, demi pelestarian alam.

Ombak dari limbah sampah plastik hasil kreasi seniman Bali

“Selain memeriahkan Hari Kemerdekaan dengan lomba-lomba yang dapat diikuti oleh para penumpang, kali ini kami berkolaborasi dengan salah satu mitra bisnis kami, DFS Bali Airport, dengan menghadirkan karya seni megah yang dibuat dari sampah plastik, hasil karya seniman lokal Bali. Tujuannya, dengan semangat kemerdekaan, kami turut mengajak para pengguna jasa bandar udara untuk lebih sadar lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” kata Co. General Manager Commercial PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rahmat Adil Indrawan.

Dalam kegiatan ini, Bali Airport I Gusti Ngurah Rai dan DFS Bali Airport turut berkolaborasi dengan salah satu komunitas pencinta lingkungan, Komunitas Bye-Bye Plastic Bags. Komunitas yang digawangi oleh duo bersaudara, Melati dan Isabel Wijsen, ini telah diakui dunia dalam usahanya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Ditambahkan Rahmat Adil Indrawan, selain itu, program di luar bandar udara juga telah dilakukan, di antaranya penanaman pohon bakau, pelepasan tukik, serta kegiatan bersih pantai di sekitar bandar udara.

“Dengan program ini, kami bertujuan untuk dapat berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan, serta untuk dapat menginspirasi banyak orang untuk turut serta dalam upaya ini,” sebutnya.

Berbagai Lomba

Suasana Bandara Ngurah Rai benar-benar meriah. Gerai-gerai komersial dan perbelanjaan di dalam terminal bandar udara pun tampak berlomba-lomba menghias dan mempercantik diri dengan nuansa kemerdekaan. Tidak ketinggalan, para staf yang bertugas di gerai komersial dan perbelanjaan turut mengenakan kostum bertema perjuangan untuk semakin memperkuat ambience Hari Kemerdekaan.

Berbagai lomba digelar. Para penumpang dapat berpartisipasi dalam perlombaan seru seperti lomba lari kelereng (marble race) dan lomba memasukkan pena ke dalam botol (pen into the bottle challenge). Pemenang mendapatkan hadiah menarik berupa goodie bag dan t-shirt, para penumpang cukup berbelanja di berbagai gerai di Bali Airport senilai minimal Rp 150.000 untuk penumpang domestik, dan Rp 300.000 untuk para penumpang internasional. (ari)