Peringatan HUT Provinsi Bali, Peserta Apel di Jembrana Kenakan Baju Adat

0
225
Bupati Jembrana Putu Artha saat bertindak sebagai Inspektur Upacara peringatan HUT Pemprov Bali ke-61 dan Hari Pramuka ke 58 di Lapangan Umum Pecangakan, Rabu (14/8/2019).

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS – Bupati Jembrana I Putu Artha bertindak sebagai inspektur upacara peringatan HUT Provinsi Bali ke-61 dan HUT Pramuka ke-58 Tahun 2019, di Stadion Pecangakan Negara, Rabu (14/8/2019). Bertindak sebagai pemimpin upacara I Made Tarma yang sehari hari bertugas sebagai Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah.

Apel dihadiri juga Wabup Jembrana Made Kembang Hartawan, Ketua DPRD Sementara Sri Sutharmi, Anggota Forkopimda Jembrana,  anggota DPRD Jembrana, para Kepala OPD Pemkab Jembrana, dan personel ASN, TNI, Polri. Berbeda dengan apel HUT Bali tahun sebelumnya, pada peringatan kali ini peserta upacara mengenakan pakaian adat Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutan dibacakan Bupati Artha mengatakan, visi pembangunan Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.

“Untuk mewujudkan kehidupan krama Bali sejahtera dan bahagia skala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai prinsip Trisakti Bung Karno, yakni Berdaulat secara Politik, Berdikari Secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan Melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945,” ujar Gubernur Koster.

Koster menambahkan, Bali Era Baru diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali mencakup tiga aspek utama: alam, krama, dan kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu: penyucian jiwa (atma kerthi); penyucian laut (segara kerthi); penyucian sumber air (danu kerthi); penyucian tumbuh-tumbuhan (wana kerthi); penyucian manusia (jana kerthi); dan penyucian alam semesta (jagat kerthi).

Wabup Jembrana Made Kembang Hartawan, Ketua DPRD Sementara Sri Sutharmi, dan anggota Forkopimda Jembrana saat HUT Pemprov Bali 2019.




Sedangkan 5 visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dilaksanakan melalui 5 Bidang Prioritas pembangunan Bali yang mencakup: 1) Bidang Pangan, Sandang, dan Papan; 2) Bidang Kesehatan dan Pendidikan; 3) Bidang Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan; 4) Bidang Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya; 5) Bidang Pariwisata. Lima Bidang Prioritas tersebut didukung dengan pembangunan infrastruktur darat, laut, udara secara terintegrasi dan terkoneksi.

Koster mengatakan, guna mewujudkan visi pembangunan Bali dan demi keutuhan Bali, maka pembangunan Bali harus diselenggarakan secara terpola dan terintegrasi dengan pendekatan satu kesatuan wilayah, yaitu; satu pulau, satu pola dan satu tata kelola. Ia mengajak semua kepala daerah kabupaten/kota se-Bali dan semua pihak, hilangkanlah egoisme wilayah dan egoisme sektoral.

Usai apel, Bupati Artha menyematkan sekaligus menyerahkan piagam secara simbolis Satya Lencana Karya Satya XXX Tahun, Satya Lencana Karya Satya XX Tahun, Satya Lencana Karya Satya X Tahun. Satyalancana Karya Satya adalah sebuah tanda penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah berbakti selama 10 atau 20 atau 30 tahun lebih secara terus menerus dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetian dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya.

Di tahun 2019 sebanyak 263 orang menerima penghargaan tersebut, Satya Lencana Karya Satya XXX Tahun sebanyak 106 orang, Satya Lencana Karya Satya XX Tahun sebanyak 54 orang, Satya Lencana Karya Satya X Tahun sebanyak 103 orang.(utu)