Diaz Hendropriyono Ingatkan, Kemajuan Indonesia Bisa Terhambat Karena Sampah

0
149
Foto bersama usai memberikan sambutan pada acara #dengaryangmuda.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS- Staf Khusus Presiden RI Joko Widodo menghadiri kegiatan #dengaryangmuda di Rumah Sanur, Denpasar, Rabu (14/8/2019). Diaz memberikan sambutannya di hadapan Walikota Denpasar I B Rai Dharmawijaya Mantra dan sejumlah pengusaha dan aktivis/LSM peduli sampah.

Dalam sambutannya Diaz mengingatkan, mustahil Indonesia bisa menjadi Negara maju di bidang ekonominya jika masalah sampah tidak bisa tertangani dengan baik. ”Bagaimana kita bisa menjadi negara yang lebih baik dan salah satunya itu dengan menangani isu sampah ini. Isu sampah ini isu yang sangat strategis   isu lokal dan sekali lagi sampah yang tidak bisa kita tangani akan menghambat kita untuk menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara yang maju,” katanya.

“Jangan berpikir bahwa tahun 2023 Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar nomor 6 dan tahun 2030 Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar nomor 4. Jangan bermimpi jika kita tidak bisa menangani masalah sampah sebaik mungkin,” ingatnya.

Diaz memuji penanganan sampah yang dilakukan Pemkot Denpasar. Bagaimana Kota Denpasar ini bisa menangani sampah sehingga bisa menjadi model penanganan sampah untuk kota-kota lainnya di Indonesia. “Kita jangan kalah dengan Rwanda, Jepang dan Singapura. Pemerintahnya mampu menjadikan kotanya sebagai kota terbersih, sebut Diaz.

Sementara itu Walikota Denpasar Rai Mantra menegaskan, masalah sampah adalah masalah harga diri. Pihaknya ingin masyarakat Denpasar menjadi warga yang memiliki harkat dan martabat yang tinggi karena memiliki perilaku penanganan sampah yang baik.

“Masalah sampah tidak hanya berkaitan dengan lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat saja tetapi bagaimana sampah ini telah menjadi isu global yang harus serius dalam menanganinya. Apalagi Denpasar menjadi ibukota Provinsi Bali yang menjadi perhatain masyarakat dunia karena pariwisatanya,” ujar Rai Mantra.

Oleh karena itu Rai Mantra minta kepedulian pengusaha untuk menangani limbah sampahnya dan menjadikannya benda-benda bermanfaat. Selain mampu mengurangi volume sampah juga menjadikan barang kreasi limbah sampah menjadi barang bernilai ekonomi tinggi.

Pemkot Denpasar pun semakin rajin menggelar sidang tipiring terkait warga membuang sampah sembarangan dan memberlakukan denda dan penjara untuk memberikan efek jera kepada masyarakat yang melanggar.

Jeff Kristianto selaku Program Manager BEDO (Business and Export Development Organization) Bali menjelaskan, keterlibatan BEDO dalam kegiatan tersebut semata-mata untuk berbagi pengetahuan antar pengusaha yang tergabung dalam BEDO.

 “Intinya, di salah satu sisinya adalah menjadi pengusaha sukses tapi punya tanggung jawab sosial dan lingkungan. Memberi edukasi agar lebih peduli terhadap limbahnya, mengurangi jumlah produksi limbah nya dan bisa mengubah dari konsep desainnya agar limbah dasar menjadi berguna kembali,” ungkapnya.

Jumlah pengusaha yang tergabung dalam BEDO saat ini sebanyak 120 dari seluruh Indonesia. “Belum semua namun pasti akan berkembang,” demikian Jeff Kristianto.   (ari)