Digelar Tiga Hari, Festival Loloan Tampilkan Keunikan Budaya Asli

0
152
Ketua Panitia Hasbil Ma’ani saat bertatap muka dengan Bupati Jembrana Putu Artha.

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS- Festival Budaya Loloan akan kembali digelar. Di tahun ketiga penyelenggaraannya, festival yang menampilkan keunikan budaya asli itu akan digelar selama tiga hari dari 5-7 September 2019.

Dipaparkan Ketua Panitia Hasbil Ma’ani, selepas audiensi dengan Bupati Jembrana I Putu Artha, Rabu (7/8/2019), festival akan digelar di Loloan Timur tepatnya di sepanjang Jalan Gunung Agung.

Sejumlah acara juga sudah dirancang panitia seperti pameran barang antik, kuliner zaman dulu, tradisi mesunat, pengantin Loloan zaman dulu, burdah, mainan tradisional, diorama foto zaman dulu, pencak silat, stand dapur zaman dulu dan panggung dialog kebudayaan.

“Seluruhnya menampilakan budaya dan warisan tetua kita di Loloan. Pengunjung akan kita bawa seakan-akan berada di masa Loloan tempo dulu seperti nama festivalnya yang kita angkat Loloan Zaman Lame,“ ujar Hasbil Ma’ani.

Untuk itu penyelenggaraan festval yang juga memeriahkan Tahun Baru Islam ini dikemas dengan suasana ala zaman dulu. “Tidak ada kendaraan selain sepeda ontel dan penerangan hanya menggunakan obor dan lampu sentir,“ cetusnya.

Panitia berharap melalui penyelenggaraan Festival Loloan Zaman Lame mampu  mengenalkan kepada generasi penerus sekaligus bernostalgia bagi yang lama tentang budaya, kebiasaan masyarakat tempo dulu, adat istiadat, ornamen-ornamen budaya Loloan.

Selain itu juga ditampilkan wisata kuliner khas Loloan, serta pementasan budaya Loloan.

Sementara Bupati  Jembrana I Putu Artha sangat mengapresiasi dan memberi dukungannya pelaksanaan Festival  Loloan Zaman Lame. Ia berharap festival itu mampu menjadi ajang tahunan dan diagendakan serangkaian HUT Kota Negara.

“Loloan kaya akan budaya dan berbagai kekhasannya. Selain itu Loloan juga sangat terkenal dengan sungai Ijogading yang melintas di sebelah desanya. Saya berharap festival itu mampu memaksimalkan  berbagai potensi yang dimiliki Loloan,“ kata Artha.    (utu)