Wabup Sanjaya: “Saya Apresiasi Masyarakat Manfaatkan Teba sebagai Tujuan Wisata”

Tabanan Ligft Festival yang digelar di teba Banjar Tanah Pegat, Desa Gubug.

Tabanan, PERSPECTIVESNEWS- Wakil Bupati Tabanan sangat mengapresiasi ide dan gagasan masyarakat Banjar Tanah Pegat, Desa Gubug yang membuat festival bertajuk ‘Tabanan Light Festival’. Ini sekaligus upaya menjadikan teba sebagai tujuan wisata baru.

Hal itu diungkapkan Wabup Sanjaya saat menghadiri grand opening ‘Tabanan Light Festival’, Sabtu (20/7/2019) sore di Banjar Tanah Pegat, Gubug. Menariknya, even tersebut memanfaatkan karang teba/daerah belakang rumah yang lapang, yang seringkali dipakai tempat pembuangan sampah oleh masyarakat Bali, namun disulap menjadi sesuatu yang indah dan tentunya menghasilkan.

Saat itu Wabup Sanjaya merasa terkejut melihat konsep dan keindahan yang ditampilkan. “Ini merupakan surprise. Saya berikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap gagasan saudara/masyarakat kita yang membuat pertunjukan yang sangat spektakuler ini,” ucapnya.

Sanjaya menambahkan, “Ini tidak biasa, melainkan luar biasa. Dan saya perhatikan, pertunjukan ini ada di tengah-tengah pemukiman masyarakat Tanah Pegat di teba/daerah belakang pemukiman rumah. Biasanya teba itu di Bali adalah tempat membuang sampah atau sesuatu yang tidak bagus. Namun ini (teba red) dijadikan suatu ikon sehingga teba menjadi bersih dan berimbas juga pada kebersihan sungai serta menghasilkan,” imbuhnya.

Sesuai harapan bersama, dan sesuai dengan konsep pembangunan dari Gubernur Bali yaitu mengurangi sampah plastik, Wabup Sanjaya menegaskan ini adalah konsep yang bagus dan patut dicontoh, khususnya oleh seluruh masyarakat Tabanan guna mewujudkan program pengurangan sampah plastik di Tabanan.

“Ini suatu hal spektakuler bagi saya. Dengan diadakannya festival ini, saya harapkan masyarakat Tabanan secara umum datang kesini, melihat tempat ini dan bisa diterapkan di pekarangan masing-masing,” imbaunya.

Wabup Sanjaya juga berharap kegiatan ini terus berlanjut, dan jangan hanya menjadi agenda untuk unjuk keren atau gagah-gagahan semata terus menghilang tanpa bekas. Kegiatan ini harus terus dilanjutkan dan dikembangkan serta mampu menjadi leading sector kebersihan di Kabupaten Tabanan.

Ketua panitia I Gusti Putu Susila juga berharap agar kegiatan yang diselenggarakan oleh pihaknya mendapat dukungan dari berbagai kalangan, khususnya masyarakat dan Pemkab Tabanan sehingga nantinya bisa dikembangkan dan diperluas lagi.

Dirinya menjelaskan ini merupakan festival yang pertama dengan tujuan menjaring pengunjung lokal desa atau kecamatan. “Namun kami tidak menutup kemungkinan dan sangat terbuka atas kunjungan dari masyarakat lainnya di luar kecamatan bahkan dari kabupaten lain. Kami menargetkan 10 ribu – 15 ribu orang pengunjung setiap bulannya. Untuk harga tiket hari biasa Rp. 15 ribu, hari libur dan hari raya Rp. 20 ribu, dibuka dari pkl 16.00 – 22.00 Wita,” jelasnya.

Putu Susila menambahkan, “Dari tiga tahun sebelumnya kami tidak memungut biaya. Tabanan Light Festival ini kami mulai dari 20 Juli – 17 Agustus 2017. Jenis lampu yang kami pasang ada 25 jenis dan panjang keseluruhan lampu mencapai 20 Km,” tambahnya.    (hum)