Operasi Pekat Agung Polres Jembrana 2019, Ungkap 5 Kasus Kejahatan

0
216
Para tersangka yang tertangkap dalam OPA 2019.

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS- Polres Jembrana dalam Operasi Pekat Agung (OPA) 2019 yang dilaksanakan jajaran Polres Jembrana, berhasil mengungkap 5 kasus kejahatan. Dari lima kasus tersebut polisi menetapkan 3 orang tersangka dan semuanya ditahan.

Wakapolres Jembrana Kompol Supriyadi Rahman saat rillis pers mengatakan, pelaksanaan OPA 2019 yang dimulai 27 Juni – 12 Juli, Polres Jembrana berhasil mengungkap yang menjadi target operasi (TO) dan terdapat lima laporan polisi dengan tiga orang tersangka.

Dari lima laporan Polisi (LP) diantaranya dua laporan polisi sebagai TO yakni dua kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Pertama, kasus curat sebagai tersangka inisial ES dari Desa Pengambengan,Jembrana, dengan pasal 363 ayat (1) ke 3 KUHP, barang bukti berupa satu unit handphone merk Samsung Galaxy S5 warna hitam dan satu unit sepeda motor merek Honda Beat warna hitam No. Pol DK 3035 ZP berikuit kunci kontak.

Selanjutnya LP yang kedua tentang kasus curat sebagai tersangka inisial I Gst Ngr AR dari Lingkungan Pangkung Gayung, Kelurahan Baler Bale Agung Negara dengan pasal yang sama yakni pasal 363 ayat (1) ke 3 KUHP, barang bukti berupa satu unit mesin pemotong rumput merek Hyundai warna orange, demikian Wakapolres Kompol Supriadi Rahman yang juga mantan Wakapolres Karangasem itu.

Wakapolres yang didampingi Kasat Reskrim AKP Yogie Pramagita,S.I.K dan Kasubag Humas IPTU Made K. Buana Alit lebih lanjut menerangkan, untuk 3 LP lainnya adalah kasus di luar dari TO dan ini merupakan hasil pengembangan serta pengungkapan unit Opsnal Satuan Reskrim Polres Jembrana diantaranya pertama LP tentang satu kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pasal 365 ayat (2) ke 1  KUHP atau pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP sebagai tersangka dilakukan oleh I Kadek H M dari Desa Gumbrih, Pekutatan dengan barang bukti berupa satu buah dompet warna coklat, satu buah KTP, satu buah kartu ATM BCA, satu buah kartu ATM Danamon, satu buah kartu BPJS, satu unit handphone merk ViVo V9 warna hitam dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih N.o Pol DK 5962 ZN berikut kunci kontaknya.

Laporan berikutnya pengungkapan kasus curat dengan psal 363 ayat (1) ke 3 dan ke 4 KUHP sebagai tersangka  dilakukan juga oleh I Gst Ngr AR bersama Mangkok (masih masuk sebagai daftar pencarian orang/DPO), barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah).

LP selanjutnya juga tentang pengungkapan kasus curat dengan pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP sebagai tersangka juga diakukan oleh I Gst Ngr AR barang bukti berupa satu buah pisau dapur (sebagai alat untuk memotong vanili) di kebun milik korban dan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam No Pol DK 3130 ZE.

Dari ketiga tersangka ini, belum ada yang masuk sebagai daftar residivis, namun ada tersangka yang berinisial I Gst Ngr AR melakukan tiga kasus pencurian dan hal ini sudah tergolong profesional, ungkap Wakapolres Jembrana Kompol Supriadi Rahman, S.I.K yang mantan Kapolsek Seririt itu.    (utu)