PSSI Bali Batasi Pesepakbola Porprov Maksimal 20 Pemain

Nasser Attamimy

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Dua bulan menjelang Porprov Bali 2019 digelar, cabor sepakbola memberikan keputusan yang terkesan mendadak. Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Askot dan Askab PSSI se-Bali, disebutkan bahwa kuota untuk pemain sepakbola di Porprov Bali mendatang adalah maksimal 20 orang.

“Jadi itu keputusan berdasarkan hasil koordinasi kami dengan TD sepakbola bersama panitia induk Porprov Bali 2019 yakni KONI Tabanan serta melibatkan juga dari pihak KONI Bali pada 9 Juli lalu di Tabanan,” ujar Ketua Departemen Sepakbola Asprov PSSI Bali, Nasser Attamimy, Senin (15/7/2019).

Menurut Nasser, hal itu harus dijalani karena imbauan dari KONI Bali terkait prospek ke depannya yakni menuju PON. Penentuan pemain itupun diakui Nasser berdasarkan atas masukan dari Badan Pengawas dan Pengarah (Wasrah) KONI Bali untuk jumlah pemain PON, yang mengacu ke PON terdekat yakni PON 2016 lalu sebanyak 18 pemain. Namun, karena mendapat permakluman, akhirnya kuota bisa ditambah lagi 2 orang saja. 

“Kami harus tunduk dan patuh terhadap keputusan KONI Bali yang mengacu pada ketentuan PON. Kami tentu berharap semua kontingen bisa mempersiapkan pemain terbaiknya,” ujar Nasser.

Awalnya, sebelum informasi ini disampaikan, jauh hari telah ditentukan pemain sepakbola di Porprov Bali 2019 adalah sebanyak 25 orang sebagai batas maksimalnya dalam rapat intern Asprov PSSI Bali bersama anggota. Jumlah 25 pemain itupun juga sudah disepakati oleh seluruh Askot/Askab PSSI se-Bali.

Sementara dikonfirmasi terpisah, Sekum Askab PSSI Tabanan, I Putu Sugi Darmawan mengakui dengan adanya pembatasan kuota itu pihaknya harus merampingkan lagi jumlah pemain. Sebab, lanjut dia, sebelumnya tim sepakbola Tabanan berjumlah 25 pemain.

 “Jadinya, mau tidak mau harus mencoret 5 orang lagi. Prosesnya kami serahkan sepenuhnya kepada pelatih, karena mereka yang lebih tahu dengan kemampuan serta kualitas masing-masing pemain,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, kalau terkesan mendadak diakui memang benar. Bahkan, pihaknya baru mengetahui info ini setelah pendaftaran entry by name yang hanya maksimal 20 orang. Padahal, setahu pihaknya itu adalah 25 orang.

“Ya setelah mendapat informasi pengurangan kuota  itu, ya kami ikuti saja, karena ini adalah keputusan mutlak. Saya rasa, apa yang kami alami, juga dirasakan kontingen kabupaten lainnya,” terangnya.

Hanya saja, dikhawatirkan nanti, dengan kuota 20 pemain itu, bisa merugikan tim karena jumlah pemain yang terbatas dengan intensitas pertandingan yang padat nantinya di Porprov Bali.

“Misalnya kalau ada yang cedera ataupun mendapat akumulasi kartu, otomatis kuota yang tersisa kan tinggal sedikit. Apalagi, pemain yang didaftarkan dalam satu pertandingan itu tidak semuanya 20 orang,” tandas Sugi Darmawan.(git)