I K Yadnya Winarta: “Tidak Ada Istilah Protes ke Pimpinan”

I K Yadnya Winarta, SS., M.Par

Apapun perintah pimpinan, sebagai staf/bawahan selayaknya harus tetap menjalani. “Tidak ada istilah protes kepada pimpinan”, demikian kalimat bijak sekaligus motto kerja dari sosok I Ketut Yadnya Winarta, SS., M.Par.

Siapa dia? Media sudah lebih mengenal dekat dengan pekerja keras dan disiplin ini. Pak Win…sapaan akrab lelaki kelahiran 1973 yang saat ini dipercaya sebagai Kasubag Media Biro Humas dan Protokol Setda Prov. Bali.

Jabatan cukup strategis namun bila tidak dijalani secara profesional berdasarkan NSPK (Norma, Standar, Prosedur, Kriteria), bisa menimbulkan masalah di kemudian hari. Simak penjelasan Pak Win soal ini…  

“Pertama, sebagai PNS, kita harus bekerja sesuai acuan yang namanya NSPK itu. Kedua, tugas kita di Biro Humas yang setiap saat berhadapan dengan media, tentu tidak bisa dilakukan secara apa adanya atau sekenanya tetapi harus sesuai NSPK juga. Tujuannya menghindarkan kita dari hal-hal yang tidak diinginkan, baik dari masyarakat maupun pimpinan (gubernur-red). Semua pekerjaan harus bisa kita pertanggungjawabkan. Dengan NSPK, kita bekerja lebih terarah, terukur dan sistematis. Disini peran Humas yang harus bisa menjembatani semuanya (masyarakat, pimpinan, media),” ujar ayah 3 anak ini.

Terhadap karakter seorang pemimpin yang sering menegur, bagi Pak Win hal itu biasa saja. Setiap pemimpin apalagi seorang gubernur yang memiliki otoritas penuh atas suatu daerah, hal itu adalah hal yang sangat wajar.

”Sebagai staf kita harus melihatnya dari sisi positif semata-mata untuk kebaikan. Tidak ada pemimpin yang bertujuan tidak baik, pasti semuanya bertujuan untuk kebaikan bersama,” tambah Pak Win. 

Bagi pria yang sudah menekuni tugas di Kehumasan sejak 2013 ini, karakter setiap pemimpin pastilah berbeda. Namun sekali lagi sebagai staf, harus bisa menyesuaikan dengan ritme kerja mereka. “Staf/bawahan tidak boleh protes atas kritik pimpinan. Saya yakin protes, kritik menjadi cambuk/lecutan untuk memperbaiki kinerja kita dan semata-mata untuk kepentingan yang lebih besar yakni melayani masyarakat,” tutur figur asli Abian Semal ini.

S1 Sastra Inggris dan S2 Kajian Pariwisata Unud ini juga tak merasa  beban menjalani keseharian tugasnya yang padat. Siap bekerja 24 jam. “Semuanya untuk menyukseskan program-program pemerintah,”  sebutnya.

Meski sibuk, Pak Win tetap yakin, selama bekerja dengan baik dan sepenuh hati, penghargaan/reward akan datang dengan sendirinya. Menurutnya, reward dalam lingkungan pemerintahan bisa berbentuk kenaikan jabatan. “Apapun tugas yang diberikan, harus dijalani dengan sungguh-sungguh, jangan berpikir reward dulu. PNS digaji untuk bekerja melayani masyarakat. Jadi bekerja dulu yang baik, reward akan datang dengan sendirinya, demikian pula sebaliknya,” ujar Pak Win.

Pak Win mengaku bangga bisa melayani Gubernur Bali dalam menyosialisasikan program-programnya kepada masyarakat dengan bergandengan tangan bersama media. Itu sebabnya dirinya selalu merangkul semua media tanpa membedakan media besar atau kecil, elektronik maupun cetak.

“Humas dan media punya tugas yang sama. Jadi harus saling mengisi dan mengingatkan demi suksesnya program pemerintah (Pemprov. Bali) untuk kepentingan masyarakat Bali seluruhnya. Kami berusaha bersikap adil dan menjaga hubungan tetap harmonis dan seimbang dengan semua teman media,” demikian Pak Win.  Trimakasih Pak….. (ari)