Tinggi, Penyerapan Kartu Pencari Kerja Di Jembrana

I Komang Suparta

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS – Penyerapan kartu pecari kerja (pencaker) di Jembrana tergolong tinggi. Pada tahun 2018, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) Jembrana telah mengeluarkan 1377 kartu pencari kerja bagi warga Jembrana.

Kartu yang dulu dikenal dengan kartu kuning itu, sangatlah penting sebagai prasyarat melamar pekerjaan. Tidak hanya di instansi negeri tapi juga di beberapa perusahaan swasta.

Tingginya pencaker diakui Kepala Dinas PMPTSPTK Jembrana I Komang Suparta, Rabu (3/7/2019).

“Fungsi kartu kuning sendiri saat ini bukan hanya menjadi syarat untuk melamar pekerjaan saja, tetapi  itu juga penting agar Dinas PMPTSPTK  bisa mendata jumlah pencari kerja di daerah. Bukan hanya untuk melamar kerja saja,” terang Suparta. 

Ia menambahkan , banyak orang mengira kartu pencaker ini hanya berfungsi saat melengkapi pendaftaran CPNS, tapi sebenarnya lebih dari itu. Melalui kartu itu, pihak dinas juga bisa mendata apabila pencari kerja belum dan sudah mendapatkan pekerjaan.

“Dulu kartu ini dikenal dengan kartu kuning karena warna setelah dicetak  kuning. Tapi sekarang disebut kartu pencaker dengan warna cetakan putih,“ papar Suparta.

Namun Komang Suparta tak menampik, masyarakat yang mencari kartu pencaker melonjak jumlahnya saat masa-masa pendaftaran CPNS. Seperti tahun 2018 lalu, biasanya  tiap bulan yang memohon pencaker rata-rata di angka 60-an orang. Sedangkan di bulan Juli tahun lalu, saat dimulainya pendaftaran CPNS , jumlahnya melonjak menjadi 485 orang.

”Hal ini dikarenakan adanya permintaan warga untuk mengikuti test CPNS. Tahun ini juga kita antisipasi untuk memenuhi kebutuhan warga. Ke depan tentu akan kita sempurnakan dengan sistem berbasis online yang memudahkan mengakses data-data termasuk info pekerjaan yang cocok bagi mereka melalui Informasi kerja online,“ ungkap mantan Kabag Humas Protokol ini.

Disinggung mengenai langkah – langkah membantu pencari kerja, Pemkab Jembrana ternyata telah menyiapkan sejumlah program. Ia menjelaskan berbagai program itu guna mendukung angkatan kerja mencari pekerjaan. Seperti melalui sejumlah program pelatihan berdasarkan trend terkini  maupun potensi permintaan pasar kerja ke depan.

Ada juga kegiatan Job Fair yang mempertemukan pencari kerja dengan penyedia pekerjaan/perusahaan. Selanjutnya mengadakan  program peningkatan produktivitas tenaga kerja sehingga tenaga kerja yang sudah bekerja makin produktif serta dengan bekerjasama dengan lembaga-lembaga penempatan tenaga kerja yang berijin resmi untuk menyalurkan tenaga kerja.   (utu)