BWM ATQIA Jadi Pelopor Bank Wakaf di KR 8

0
153
Penyerahan Surat Izin Usaha BWM ATQIA dari OJK KR 8 kepada Ketua BWM Baiq Mulianah.

Praya, PERSPECTIVESNEWS- Bank Wakaf Mikro (BWM) Ahmad Taqiuddin (ATQIA) yang berlokasi di Jln. Tuan Guru Haji Shaleh Hambali Sangkong, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB adalah bank wakaf yang menjadi pelopor berdirinya bank yang sama di KR (Kantor Regional) 8, Bali dan Nusra.

BWM ATQIA ini berbentuk badan hukum koperasi tanggal 24 April 2019. Permohonan izin usaha kepada OJK tanggal 31 Mei 2019 yang diterbitkan izin usahanya dari OJK tanggal 14 Juni 2019.

Saat ini BWM telah melaksanakan proses identifikasi dan seleksi calon nasabah, Pra PWK dan Pelatihan Wajib Kelompok (PWK) dengan cakupan wilayah Kecamatan Praya Barat. BWM ATQIA adalah satu-satunya bank wakaf di wilayah KR 8 dan bakal dikembangkan di wilayah lainnya termasuk Bali.

Dalam kunjungan ke BWM ATQIA, Senin, 1 Juli 2019, Ketua Pengurus Baiq Mulianah, S.Ag, M.Pd. mengungkapkan, bank yang dipimpinnya itu sudah memiliki 105 nasabah yang dokumennya saat ini dalam proses pencairan dana.

“BWM kami memang diperuntukkan kaum wanita (ibu-ibu) yang sudah memiliki usaha, jadi bukan mereka yang akan memulai usaha. Besar pinjaman Rp 1 juta dan bisa ditingkatkan menjadi Rp 3 juta apabila mereka bisa menunjukkan pengembalian yang tepat waktu dan taat,” ujar Baiq Mulianah yang juga Rektor UNU NTB ini.

Nasabah atau peminjam adalah warga sekitar pondok pesantren dan tidak untuk wilayah dari luar lokasi BWM ATQIA. Nasabah tidak dikenakan biaya administrasi dan bunga pinjaman. “Aturannya dibuat sedemikian rupa untuk memberdayakan masyarakat yang punya usaha kecil dan ingin berkembang,” tambah Baiq Mulianah.

Sementara itu Direktur Pengaturan Lembaga Keuangan Mikro, Suparlan menjelaskan, Bali juga berencana mengembangkan bank wakaf yang sama namun belum disetujui dan masih harus mendapatkan pihak-pihak yang berkeinginan membuat bank wakaf.

“Ada rencana Bali membuka bank wakaf yang sama namun masih belum disetujui. Sulit mencari daerah dimana bank wakaf nantinya bisa tumbuh. Karakter masyarakat, tingkat ekonominya juga turut menentukan keberadaan bank wakaf. Yang akan dibuka dalam waktu tidak lama kemungkinan di Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Barat (Lobar),” jelas Suparlan.    (ari)