Perkenalkan Potensi Pariwisata, Sumba Barat Siap Menjadi Co-Host BBTF 2020

0
198
Wakil Bupati Sumba Barat (kiri) Marthen Ngailu Toni saat presscon bersama narasumber lainnya. (FOTO: Ist)

Nusa Dua, PERSPECTIVESNEWS – Wakil Bupati Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Marthen Ngailu Toni mengatakan bakal memperkenalkan semua potensi pariwisata yang ada di daerahnya. Ini sebagai wujud kesiapan Sumba Barat menjadi co-host Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) ke-7 tahun 2020 mendatang.

“Kami bakal all-out mempromosikan semua tempat wisata di Sumba Barat. Termasuk, mengajak pelaku dan industri pariwisata untuk mempromosikan produk jasa dan barang yang akan dijual kepada wisatawan,” ucap Marthen Ngailu Toni di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua.

Menurut dia, masyarakat sudah selayaknya tahu akan potensi pariwisata yang ada di Sumba Barat, termasuk spot-spotnya. Dengan begitu, nantinya tingkat kunjungan wisata ke daerahnya bakal meningkat.

Kabupaten Sumba Barat memiliki panorama alam yang sangat indah. Toni menyebut, setiap tempat di Kabupaten Sumba Barat merupakan destinasi wisata, baik spot destinasi maupun wisata budaya. Keunikan budaya di ‘Pulau para Dewa’ itu, diyakini Toni, tidak ditemukan di tempat lain.

“Di kota kabupaten, dimana modernisasi berkembang, justru masyarakatnya tetap hidup mempertahankan budaya dan tradisi mereka.  Warga juga masih mempertahankan rumah-rumah mereka secara tradisional,” jelas Toni.

Namun fakta yang ada saat ini, penerbangan menuju pulau Sumba masih sangat terbatas. Maskapai seperti Garuda mulai menghentikan penerbangannya menuju Sumba sejak Mei 2019 lalu. Hal itu, dikatakan  Toni, dirasakan jadi kendala untuk mendatangkan wisatawan ke Sumba Barat.

“Kami berharap, maskapai, khususnya Garuda  kembali membuka penerbangan dengan rute Sumba. Ini yang jadi kendala dan kami rasakan mulai ada penurunan jumlah wisatawan,” ujar Toni.

Toni menganggap, anjloknya wisatawan ke Sumba menjadi persoalan yang sangat krusial. Sebelumnya, maskapai Garuda rute Sumba memiliki flight tiga kali sehari.

Sementara, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali ikut mendorong maskapai tanah air agar membuka penerbangan menuju Sumba. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus DPP Asita dan meminta kepada Kementerian Pariwisata untuk mengambil langkah, terkait kendala tidak adanya penerbangan menuju Sumba.(ari)