Manjakan Konsumen, Goldmart Luncurkan Kampanye ‘Dare to Be You’

Rocky Kantono (kiri) dan I G A Komang Widariani (kanan) menunjukkan desain perhiasan yang dikampanyekan dalam perayaan ‘Dare To Be You’.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS- Goldmart di tahun 2019 ini semakin berani menampilkan karya-karyanya dengan desain perhiasan yang lebih mewah dan terkesan glamour. Untuk memanjakan konsumennya, Goldmart meluncurkan kampanye ‘Dare To Be You’.

Kampanye yang dirayakan untuk mendukung seseorang agar tampil lebih berani dan menjadi dirinya sendiri itu dilakukan di galeri Goldmart, Level 21, Denpasar, Bali, Jumat (28/6/2019).

“Kita mengkampanyekan masyarakat berani menggunakan perhiasan untuk tampil menjadi diri sendiri dengan karakter sendiri (Dare To Be You). Dengan begitu, mereka merasa jauh lebih nyaman dengan perhiasan yang merupakan karya-karya kita dengan desain simpel tetapi penuh keindahan dan kemewahan,” ungkap Rocky Kantono, Assistant Sales Manager PT Gold Martindo (Goldmart).

Rocky menambahkan, even pertama kali diluncurkan pada 23 April 2019. Even digelar di 10 kota besar diantaranya, pertama di Bandung, kedua di Bekasi, ketiga di Karawaci, kemudian di Depok dan di Bali menyusul nantinya kota-kota lainnya .

Kampanye ‘Dare To Be You’ tak hanya sekedar menggelar diskon hingga 40 persen tetapi ada yang lebih istimewa lagi yakni memberikan hadiah perhiasan langsung seberat 5 (lima) gram tanpa diundi.

“Jadi kita ingin memberi hadiah istimewa tak sebatas diskon tetapi perhiasan langsung untuk pembelian dengan nilai belanja tertentu, dan berlaku untuk kelipatannya,” sambung Area Regional Manager Bali, I G A Komang Widariani.

Menurut Widariani, prospek market perhiasan khususnya persembahan dari Goldmart mendapat respon cukup bagus dari masyarakat Bali. Meski diakuinya ada sedikit penurunan karena ekonomi global tetapi dalam kuantitas tetap ada pertumbuhan.

“Ada pertumbuhan sekitar 10 persen. Pengaruh ekonomi global memang terasa dampaknya tetapi untuk di Bali khususnya tidak terlalu berdampak. Masih terjadi peningkatan penjualan. Memang secara kualitatif ada penurunan tetapi secara kuantitatif  itu tidak terjadi. Kami tetap optimis pemasaran Goldmart di Bali tetap stabil dan prospektif,” demikian Widariani.   (ari)