Wabup Pimpin Peserta Diklatpim Kabupaten Joneponto di Jembrana

Wabup Kembang Hartawan

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS – Sebanyak 70 peserta Diklatpim Tingkat IV Kabupaten Joneponto Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kunjungan studi banding ke Kabupaten Jembrana, belum lama ini. Robongan dipimpin langsung Wakil Bupati Kabupaten Joneponto, Paris Yasir diterima Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan di aula pertemuan Jimbarwana.

Di hadapan Wabup Kembang Hartawan serta  Asisten I Setda Kabupaten Jembrana I Nengah Ledang dan segenap  pimpinan  OPD Kabupaten Jembrana,  Paris Yasir mengatakan kegiatan benchmarking (studi perbandingan) ini sangat strategis bagi pemerintah daerah dalam mendorong akselerasi pembangunan khususnya  pengembangan pariwisata sesuai dengan visi pemerintah Joneponto yakni Joneponto Smart 2023 (berdaya saing, maju, religius dan berkelanjutan).

“Salah satu prioritas kami adalah berupaya untuk melakukan pengembangan sektor pariwisata karena Bali telah dikenal luas pariwisatanya makanya kami berharap bisa belajar, terutama langkah-langkah pengembangan pariwisata yang ada di Kabupaten Jembrana. Nantinya hasil selama kunjungan dapat memberikan masukan dan informasi dalam rangka pembahasan program  di Joneponto,“ ujar Yasir.

Ia juga menjelaskan rencana proyek perubahan harus dapat diimplementasikan dalam program pembangunan di Kabupaten Jeneponto. “Karena pentingnya manfaat kegiatan ini, saya mengawal langsung para peserta agar proyek perubahan peserta Diklatpim dapat diimplementasikan,“ paparnya.

Selain sektor pariwisata , beberapa OPD terkait juga ikut menjadi objek kunjungan. OPD itu antara lain BKPSDM, Dinas Penanaman Modal,  Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, Kantor Camat Jembrana termasuk beberapa Kantor Kelurahan yang berada dekat Kantor Bupati Jembrana. 

Sementara Wabup Jembrana  I Made Kembang Hartawan mengatakan, dilihat dari PAD, Kabupaten Jembrana bukan tergolong kabupaten kaya jika dibandingkan kabupaten lainnya di Bali.

“Tahun ini PAD kita (Jembrana) hanya dikisaran Rp 128 milyar dengan total APBD sebesar Rp 1,1 triliun. Namun demikian kami tetap optimis untuk meningkatkan dan menggerakkan sektor-sektor pembangunan khususnya pariwisata,“ ujarnya.

Saat ini, Kata Kembang, di Kabupaten Jembrana telah banyak muncul  objek-objek wisata yang cukup menjanjikan. “Jika sebelumnya orang menyeberang  dari Banyuwangi ke Bali, tiba di Jembrana mereka belum merasakan berada di Bali. Nah imej itu perlahan–lahan kita hilangkan dengan serangkaian penataan. Mulai dari penataan kawasan Gilimanuk dengan Patung Siwa yang megah, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Belum lagi di pusat perkotaan khususnya di areal Pura Jagatnatha dengan Kebun Raya di dalamnya sebagai objek wisata tematik,“ papar Kembang.  (utu)