Bangun Wall Panjat Tebing, Yudi Atmika Apresiasi Tuan Rumah Porprov Bali

0
252
Ketua Umum Pemprov FPTI Bali Putu Yudi Atmika didampingi penasihat FPTI Bali Suhardi Eka Prasetya saat meninjau proyek pembangunan pondasi lintasan panjat tebing di Lapangan Alit Saputra Tabanan.

Tabanan, PERSPECTIVESNEWS – Tuan rumah Porprov Bali XIV/2019 Tabanan mendapat acungan jempol dari Ketua Umum Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali, I Putu Yudi Atmika karena telah membangun lintasan (wall) panjat tebing di Lapangan Alit Saputra Tabanan.

“Dengan dibangunannya wall panjat tebing ini, maka rencana cabor panjat tebing Porprov Bali digelar di luar Tabanan hampir pasti tidak akan terjadi, artinya, cabor panjat tebing digelar di Tabanan,” ujar Putu Yudi Atmika saat meninjau pembangunan pondasi lintasan panjat tebing di Lapangan Alit Saputra, Selasa (18/6/2019).

Yudi Atmika mengakui, awalnya memang cabor panjat tebing Porprov Bali XIV/2019 Tabanan hendak dipertandingkan di Denpasar. Bahkan, pihak KONI Tabanan sudah melakukan pembicaraan dengan KONI Denpasar untuk peminjaman venue panjat tebing di Kompleks Stadion Kompyang Sujana Denpasar.  

Yudi yang juga Technical Delegate (TD) cabor panjat tebing Porprov Bali ini, mengaku yakin dalam waktu dua bulan ke depan pembangunan lintasan panjat tebing di Lapangan Alit Saputra ini tuntas, karena memang pengerjaan pondasi yang memerlukan waktu lebih lama karena wall atau lintasannya sendiri tinggal dipasang saja karena sistem knock down.

Ia juga menyebutkan, pembangunan lintasan yang dikatakan menghabiskan anggaran sampai Rp 1,5 miliar ini, turut juga melibatkan orang yang berkompeten di bidang panjat tebing.

Namun, ia berharap pembangunan wall nantinya bisa sesuai dengan standar nasional dan muaranya jelas dan bukan sekedar membangun saja. Karena jika sudah tersedia papan panjat dengan kualitas serta standar nasional, otomatis event akan rutin digelar di Tabanan.

“Saya melihat selama ini memang hanya Tabanan saja yang belum pernah menjadi tuan rumah atau panitia event-event panjat tebing. Tapi, dengan segeranya dimilikinya wall ini, saya optimis perkembangan panjat tebing di Tabanan juga akan bangkit,” tandas Yudi Atmika.

Yudi Atmika mengatakan, cabor panjat tebing memiliki kekhususan tersendiri, yang berbeda dengan cabor lain. Artinya, kata dia, jika cabor lain bisa berlatih di tempat umum, tetapi atlet panjat tebing harus berlatih di tempat khusus.

“Karena itulah kami berharap selaku insan olahraga yang berkecimpung di panjat tebing, kami inginkan adanya lapangan yang memenuhi standar di panjat tebing itu sendiri. Tidak perlu standar internasional, nasional pun bagus itu, seperti di Tabanan ini,” ujarnya.

Dengan adanya pembangunan lintasan di Tabanan ini, pihaknya ingin mengawal mulai dari pondasi hingga wall atau dindingnya yang harus memenuhi standar nasional. Pengprov FPTI Bali dalam pendampingan secara langsung karena kaitannya dengan Porprov Bali yang mesti melibatkan TD.

“Saya tidak memiliki rasa khawatir pembangunan lintasan panjat tebing ini tidak sesuai keinginan, karena yang mengerjakan memang orang berkompeten di bidangnya. Dan harapan saya dengan dimilikinya lintasan nanti, maka perkembangan olahraga panjat tebing di Tabanan kian maju,” demikian Putu Yudi Atmika.(git)