Inilah Sosok Dibalik Keberhasilan Jembrana Peringkat Teratas Produksi Pangan Di Bali

I Wayan Sutama

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS- Di balik sebuah keberhasilan, pastilah ada sosok pekerja keras yang berusaha mewujudkannya. Demikian pula dengan prestasi Kabupaten Jembrana yang berhasil meraih peringkat teratas dalam kontribusinya  terkait produksi pangan di Bali. Siapa sosok pekerja keras itu?.

Berbagai upaya dan inovasi untuk meningkatkan produksi pertanian khususnya tanaman padi di Kabupaten Jembrana ternyata mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian petani Jembrana  tiap musimnya.

Dari hasil evaluasi yang dilakukan secara rutin oleh Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, produksi pertanian Jembrana menempati peringkat atas di Bali, bahkan mampu mengungguli produksi dari subak-subak lainnya di Bali.

Hasil  panen subak di Jembrana mampu berproduksi antara 7,5-8,5 ton. “Hasil itu merupakan yang tertinggi di Bali dari 6.725 Ha luas areal subak yang ada di Kabupaten Jembrana,“ kata I Wayan Sutama, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Mempertahankan capaian itu, terang Sutama, dilakukan dengan berbagai upaya konkrit serta pendampingan di lapangan. Hal itu agar jumlah pemanfaatan luas tanam bisa terpenuhi target realisasinya. Diantaranya melalui pemenuhan pupuk, penyediaan varietas benih unggul serta percepatan pengolahan tanam dengan alsintan (alat mesin pertanian).

“Kita bantu petani memenuhi hal-hal tersebut guna mendorong produksi pertanian. Anggarannya dialokasikan dari bantuan APBD, bantuan provinsi dan ada juga dari pusat,” papar Sutama. Inilah sosok di balik keberhasilan itu.

Sementara terkait sarana produksi (saprodi) khususnya pengadaan pupuk, Sutama mengatakan, pendistribusiannya menggunakan sistem pipa tertutup. Jadi pupuk hanya bisa didistribusikan sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Petani (RDKK) yang diajukan subak bukan perorangan.

“Ini yang sudah biasa dilakukan oleh para petani kita disini (Jembrana). Makanya, kalau ada lahan yang sampai saat ini belum tercover di RDKK saya harapkan segera disesuaikan oleh kelian subak bersama PPL pertanian di lapangan. Ini sangat penting mengingat hasil produksi yang maksimal berrgantung dari sarana yang ada terutama masalah pupuk itu sendiri,” tambah Sutama.

Untuk diketahui, setiap hektar sawah petani membutuhkan Pupuk Urea sebanyak 200 Kg, NPK 200-300 Kg. “Jika pola ini diterapkan tepat sasaran dan tepat waktu maka kami yakin produksi pertanian kita akan selalu meningkat, “ cetusnya.

Ke depan, lanjut pria low profile ini, para petani Jembrana juga akan difasilitasi Kartu Tani yang memungkinkan segala macam bantuan subsidi pemerintah diterima secara langsung. Dengan kartu tani itu, distribusi pupuk subsidi akan lebih tepat sasaran dan efisien.    (utu)