Posko Lebaran 2019 Ditutup, Bandara Ngurah Rai Layani 1.09 Juta Penumpang

0
172
Foto bersama usai penutupan posko Lebaran 2019, Jumat (14/6/2019).

Mangupura, PERSPECTIVESNEWS- –Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (BNR) Bali resmi menutup operasional Posko Angkutan Terpadu Lebaran 2019, Jum’at (14/6/2019). Tercatat 1,09 juta penumpang telah dilayani dengan baik selama 16 hari beroperasi.

Penutupan dilaksanakan melalui apel yang digelar di area publik Terminal Domestik, dengan dihadiri oleh personel lintas instansi komunitas bandar udara yang turut mengawal operasional Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2019, yaitu dari PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola bandar udara, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, TNI Angkatan Udara Pangkalan Udara I Gusti Ngurah Rai, Kepolisian Sektor Kawasan Udara Ngurah Rai, Badan SAR Nasional (Basarnas), Kantor Kesehatan Pelabuhan, serta Stasiun Meteorologi Kelas I Ngurah Rai.

Dari data terkait statistik lalu lintas udara yang dihimpun selama pelaksanaan posko, tercatat terdapat sejumlah 1.098.886 penumpang dan 7.101 pergerakan pesawat udara yang keluar masuk Pulau Dewata melalui bandar udara.

Jika dilakukan komparasi dengan statistik dalam periode perhitungan yang sama di tahun 2018 lalu, terjadi penurunan jumlah penumpang dan jumlah pergerakan pesawat udara, masing-masing sebesar 70.702 penumpang dan 136 pergerakan pesawat udara, atau turun 6% dan 2%.

Ditemui setelah apel penutupan Posko Angkutan Terpadu Lebaran 2019, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Haruman Sulaksono, memaparkan beberapa faktor penyebab turunnya jumlah penumpang dan pergerakan pesawat dibanding tahun sebelumnya.

“Benar bahwa terjadi penurunan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat udara yang terlayani jika dibanding dengan periode penghitungan yang sama di tahun lalu. Beberapa faktor menjadi penyebab, di antaranya adalah harga tiket pesawat yang dirasakan masih cukup tinggi, kemudian juga adanya opsi moda transportasi lain yang digunakan oleh masyarakat dari dan menuju Bali pada saat masa libur Lebaran 2019, serta adanya trend kecenderungan pemakaian kendaraan pribadi oleh para pelancong yang menghabiskan waktu cukup lama di Bali,” papar Haruman.

Untuk puncak kepadatan penumpang sebelum Hari Raya Idul Fitri terjadi pada H-4 Lebaran, yaitu pada tanggal 1 Juni 2019, dengan total 70.456 penumpang dan 459 pergerakan pesawat yang terlayani. Sementara H+3 Lebaran atau tanggal 9 Juni menjadi puncak kepadatan pasca Lebaran, dengan jumlah 76.220 penumpang dan 469 pergerakan pesawat udara yang keluar masuk Pulau Bali.

“Terkait extra flight, hingga penutupan posko ini, kami mencatat terdapat total realisasi sebanyak 122 penerbangan, dengan pembagian 61 arrival dan 61 departure. Realisasi extra flight di Posko Lebaran tahun ini mencapai 58% dari total permohonan sebanyak 212 penerbangan. Sementara untuk kota yang mendominasi rute extra flight adalah kota Jogjakarta, Surabaya, Makassar, dan Jakarta,” lanjut Haruman.

Dari data pula diperoleh informasi bahwa dari total 3.540 kedatangan pesawat (arrival), tercatat 1.802 penerbangan adalah tepat waktu, dengan on-time performance (OTP) sebesar 51%. Sedangkan untuk catatan OTP keberangkatan pesawat (departure) adalah sebesar 68%, dengan jumlah 2.414 penerbangan tepat waktu dari total 3.561 penerbangan.

“Mewakili manajemen, saya menghaturkan terima kasih, serta apresiasi setinggi-tingginya kepada setiap personel dari seluruh instansi yang telah melaksanan tugas dalam pelaksanaan posko, yang telah berkorban waktu, tenaga, serta pikiran, sehingga operasional posko umumnya, dan seluruh operasional penerbangan pada khususnya, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar dari awal hingga akhir,” jelasnya.

“Dapat saya sampaikan pula, tidak memandang apakah traffic sedang turun atau naik, kami tegaskan bahwa kami tetap dan akan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pengguna jasa bandar udara tanpa terkecuali,” tutup Haruman.    (ari)