GM BNR Bali Ungkap Alasan Penurunan Jumlah Penumpang di 2019

Halal bi halal komunitas BNR Bali, Kamis (13/6/2019), GM Haruman Sulaksono (tengah).

Mangupura, PERSPECTIVESNEWS- General Manager (GM) Bandara Udara I Gusti Ngurah Rai (BNR) Bali, Haruman Sulaksono mengungkapkan ada beberapa alasan jumlah penumpang di 2019 menurun dibanding tahun lalu.

Sebelumnya, BNR Bali merilis adanya penurunan jumlah penumpang sebesar 53.221 jiwa, atau turun sebesar 1% pada periode Januari-Mei 2019 jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018 lalu. 

Haruman Sulaksono mengonfirmasi dan memberikan penjelasan terkait catatan statistik lalu lintas angkutan udara periode Januari-Mei 2019 tersebut.

“Untuk pertama kalinya sepanjang tahun ini, catatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat udara mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018 lalu. Di periode yang sama di tahun 2018 lalu, tercatat terdapat 9.071.762 penumpang yang keluar masuk Bali melalui bandar udara. Jika dilakukan komparasi antara jumlah penumpang yang terlayani pada periode Januari-Mei, diketahui bahwa pada tahun 2019 ini terjadi penurunan jumlah penumpang sebesar 53.221 jiwa, atau turun sebesar 1% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018 lalu,” ungkapnya dalam acara Halal Bi Halal Komunitas Bandar Udara Ngurah Rai, di bandara setempat, Kamis (13/6/2019). 

Haruman menyebutkan beberapa alasan penurunan jumlah penumpang itu. Diantaranya adanya jalan tol (transportasi darat) yang sudah beroperasi. Hal ini menjadi pertimbangan dan perbandingan para penumpang. Selain itu, melambungnya harga tiket pesawat menyebabkan penumpang cenderung memilih transportasi darat.

“Harga tiket yang berada pada posisi ambang atas cukup signifikan memengaruhi minat penumpang mengingat selama ini mereka berada pada posisi ambang bawah, Pengaruhnya cukup signifikan,” jelas Haruman Sulaksono.

Meski begitu, Haruman mengaku optimis trend ini segera membaik apalagi prosentase (1%) secara nasional tersebut, tidak terlalu berpengaruh bagi BNR Bali. Hal itu karena adanya penambahan rute baru penerbangan/maskapai yang masuk BNR Bali selama lima bulan pertama tahun ini, Di antaranya adalah Garuda Indonesia rute London-Bali, VietJet rute Ho Chi Minh City-Bali pp dan Malindo Air rute Adelaide-Bali.

“Rute yang semakin memperluas konektivitas Bali ini menjadi salah satu katalis meningkatnya penumpang rute internasional,” lanjut Haruman.

Haruman menambahkan, selain penumpang, jumlah pergerakan pesawat rute internasional juga mengalami pertumbuhan yang cukup positif. “Sejalan dengan jumlah penumpang, jumlah pergerakan pesawat rute internasional juga tumbuh signifikan. Dibanding periode Januari-Mei tahun 2018, tahun ini ada pertumbuhan sebanyak 748 pergerakan, atau tumbuh 8,2%,” lanjutnya.

“Untuk pertumbuhan penumpang secara keseluruhan, kami positif di semester kedua tahun ini akan semakin banyak penumpang yang kami layani. Akhir bulan ini, di belahan bumi bagian utara akan mulai memasuki awal musim panas. Terutama untuk penumpang asal rute internasional, musim ini merupakan periode puncak kedatangan bagi para penumpang rute internasional untuk menghabiskan masa libur di Bali. Kami yakin akan terjadi peningkatan jumlah penumpang yang signifikan,” jelas Haruman. (ari)