Gratis Gunakan Stan Pameran PKB, Ini Pesan Gubernur Koster kepada UMKM

Gubernur Bali Wayan Koster

 Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bali kini tidak lagi harus merogoh koceknya untuk berpameran di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019. Sebab, Gubernur Bali Wayan Koster menggratiskan kepada mereka yang ingin berpartisipasi di ajang seni tahunan itu.

Hanya saja, Gubernur Koster berpesan agar UMKM dan perajin yang menjadi peserta pameran di PKB agar senantiasa menjaga nama baik ajang seni tahunan terbesar di Pulau Dewata itu.

“Dengan digratiskannya stan untuk UMKM di arena PKB 2019 ini, saya minta semua peserta tetap menjaga ketertiban dan disiplin. Jaga nama baik PKB dan Bali secara umum agar tetap mulia dan kondusif, bersih dan rapi,” kata Koster saat memberi pengarahan dan tatap muka dengan peserta pameran ajang PKB 2019, di Denpasar, Minggu (9/6/2019).

PKB ke-41 yang berlangsung dari 15 Juni-13 Juli itu menjadi istimewa karena Gubernur Bali mengambil kebijakan untuk menggratiskan ratusan stan, baik yang dibangun permanen maupun tenda-tenda yang didirikan di arena PKB yang rutin digelar setiap tahun di Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar.

Gubernur yang dikenal sebagai penggagas cukup banyak ketentuan atau peraturan yang berlaku di daerahnya itu, mengatakan kebijakan menggratiskan stan pameran tersebut dimaksudkan untuk memberi dukungan penuh dan mendorog kemajuan UMKM lokal dan ekonomi kreatif yang mulai tumbuh di Bali.

“Saya minta seluruh warga masyarakat, terlebih bagi mereka yang terlibat di PKB, untuk selalu dapat menjaga sikap guyub dan kompak semuanya. Dengan demikian, citra PKB akan bisa semakin baik lagi ke depannya,” kata Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Menurut dia, kebersamaan antara perajin dan UMKM sangat penting. “Posisi stannya akan diundi dan jangan sampai ada ribut-ribut sesama saudara sendiri,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Koster, pihaknya akan terus berupaya memperbaiki gelaran PKB, sehingga pada gilirannya akan menjadi semakin baik. Salah satunya, memperbaiki bentuk kebijakan yang nantinya semakin banyak dapat mengakomodasi UMKM lokal Bali.

Mengenai stan pameran yang selama ini disewakan di arena PKB, Gubernur Koster menganggap pemasukan dari penyewaan tersebut sesungguhnya sangat kecil. “Saya hitung tak sampai Rp2 miliar. Jadi menurut saya, PKB ini bukan tempat untuk mencari uang, apalagi jika yang dibebankan adalah para peserta UMKM di Bali,” katanya.

Gubernur mengaku sudah dari dulu berniat untuk menggratiskan stan di PKB bagi perajin yang berasal dari UMKM tersebut.

“Untuk itu ketika saya terpilih, langsung saya buatkan payung hukum yang mengatur, yakni peraturan gubernur baru agar bebas dari pungutan. Jangan pernah ragu-ragu menolong orang kecil,” katanya.

Peserta pameran juga diimbau agar aktif membuka jaringan baru untuk memajukan usahanya.

“Nanti kami akan bantu semua perajin di Bali dalam membuka jaringan dan pasar, akses keluar daerah hingga ke negara lain, termasuk juga dengan membuat rumah desain industri kreatif branding Bali. Kami fasilitasi gratis,” katanya.(ari)