Petinju DKI Jakarta dan Nusa Tenggara Timur Ambil Bagian di “Bali Boxing Day”

0
329
Saeed Mohamad dari DKI Jakarta (merah) yang mengalahkan Dony (Denpasar) di kelas 56 kg.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Gelaran “Bali Boxing Day” yang dihajat Pengkab Pertina Badung, Sabtu (1/6/2019) di Lapangan Bajra Sandhi Niti Mandala Denpasar tidak saja diikuti sejumlah petinju Pulau Dewata, tetapi juga petinju luar Bali.

Petinju luar Bali itu, yakni Saeed Mohamad (DKI) yang mengalahkan Dony (Denpasar) di kelas 56 kg, dan Aries Bate Awang dari Nusa Tenggara Timur. Event ini lebih mengutamakan petinju junior, pemula termasuk kategori youth.

Kejuaraan yang diikuti 20 petinju itu berlangsung sehari dalam upaya menggalakkan dan memberikan jam terbang lebih bagi petinju Bali yang dinilai masih minim pengalaman di atas ring.

Plt Ketum Pertina Badung, Pino Bahari saat ditemui di lokasi mengatakan, Bali Boxing Day ini tujuan utamanya untuk memberikan jam terbang lebih bagi petinju di seluruh Bali. Baik itu dari kalangan pemula, junior termasuk youth.

“Kita akui di Bali itu sangat kekurangan event kejuaraan tinju. Makanya jam terbang petinju rata-rata masih minim. Kami berupaya menggalakkan event diperbanyak lagi. Salah satunya dengan Bali Boxing Day,” terang Pino Bahari.

Pino berharap ke depannya akan memiliki petinju dengan jam terbang yang cukup mumpuni. Sebab, jam terbang bermain di atas ring ada korelasi positif menuju prestasi.

“Kami akui kendala di Bali itu kurangnya event tinju. Apalagai petinju di luar Badung dan Denpasar kurang berkembang. Saya berinisiatif memfasilitasi lewat event ini. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik,” tegas Pino Bahari.

Pihaknya berharap semua kabupaten/kota di Bali nantinya memiliki petinju yang kemampuannya meningkat tajam agar kompetisi semakin ketat dan bagus. Ia mengakui saat ini sebagian besar petinju memang ada di Denpasar dan Badung.

“Anggap saja ini kejuaraan sebagai berlatih bersama. Karena 1 kelas  hanya diikuti 2 petinju saja dan main dalam 3 ronde,” tandas Pino Bahari.

Kedepannya dia memiliki misi agar dunia tinju di Bali bisa lebih eksis petinjunya dan tidak lagi terkendala soal jam terbang, meski saat ini baru diikuti 4 kabupaten/kota saja.(git)