Politik Tanpa Mahar Partai NasDem Tumbuhkan ‘Trust’ Masyarakat

A A N Gede Widiada

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS- Politik tanpa mahar Partai NasDem ternyata mampu mencetak kader-kader berkualitas. Partai besutan Surya Paloh ini makin mendapat kepercayaan (trust) dari masyarakat. Imbasnya juga diurasakan pada perolehan kursi dewan di daerah.

Pada penyelenggaraan Pileg yang bersamaan dengan Pilpres 2019, DPRD Kota Denpasar misalnya, dari satu (1) kursi kini menjadi tiga (3) kursi. Peningkatan jumlah kursi yang cukup signifikan ini tentu tidak lepas dari faktor kepercayaan (trust) masyarakat pemilih.

Masyarakat mengapresiasi kebijakan politik Partai NasDem termasuk di daerah. “Kami beryukur respon masyarakat pemilih terhadap kader-kader NasDem cukup tinggi, terbukti dari perolehan kursi yang signifikan di DPRD Kota Denpasar, dari 1 menjadi 3 kursi,” ungkap A A N Gede Widiada, anggota DPRD Kota Denpasar dari Partai NasDem yang lolos pada Pileg 2019 ini.

Terpilih kembali untuk periode 2019-2024, Widiada tak menampik jika biaya (cost) politik pada Pileg cukup tinggi. Namun karena NasDem memiliki spirit kebangsaan, kebersamaan/gotong royong menuju restorasi Indonesia maka kepercayaan masyarakat itulah yang menjadi modal besar untuk sukses di Pileg.

“Kemenangan ini tidak harus disikapi dengan euphoria berlebihan tetapi bagaimana yang sudah lolos ini tetap mampu mengawal kebijakan partai melalui visi misinya. Kader Partai NasDem yang lolos tetap harus mengedepankan komitmennya untuk totalitas dalam bekerja, adaptif terhadap situasi dan kondisi yang berkembang serta tetap menjaga kepercayaan masyarakat,” sebut Widiada lagi.

Widiada menambahkan, Partai NasDem selalu mengingatkan kader-kadernya untuk berpolitik secara elegan, berintegritas, menjunjung tinggi moralitas dan kejujuran. Hal itu diterapkan Widiada dalam kiprah politiknya selama ini.

Berkat kepercayaan masyarakat pula, Widiada bisa menjadi anggota dewan selama 6 kali berturut-turut. Bagi tokoh Puri Peguyangan ini, dalam setiap bertarung di Pileg, dirinya selalu menyatakan siap kalah.

“Kalau siap menang semua orang bisa tetapi siap kalah itu yang berat. Perlu sikap mental dan moral yang positif untuk siap kalah dalam bertarung. Meskipun suara saya dari 2150 suara di Pileg 2014 menjadi 1995 di Pileg 2019 atau turun 155 suara, tetapi saya tetap bangga karena saya tidak mengeluarkan biaya politik yang besar selama Pileg ini,” ujarnya.

Bidang Pendidikan

Widiada juga ingin tetap berkiprah di bidang pendidikan. Menurutnya, banyak hal yang perlu dibenahi. “Tugas kita bersama-sama untuk membenahi bidang pendidikan dalam upaya memunculkan SDM-SDM berkualitas,” demikian A A N Gede Widiada.    (ari)