Pertina Bali Latih 19 Wasit dan Juri Tinju

0
282
Ketua Harian Pertina Bali, Harry Trimulia Putra berpose bersama peserta pelatihan wasit dan juri.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Demi terus mendongkrak dan meningkatkan kualitas wasit dan juri lokal Bali, Pengprov Pertina Bali telah menggelar pelatihan di Rumah Makan Soto Ayam Surabaya (SAS), Rabu (29/5/2019) lalu.

Menurut Ketua Harian Pertina Bali, Harry Trimulia Putra didampingi Sekretaris Umum (Sekum) Made Subagiadnya, pelatihan tersebut diikuti 19 orang wasit dan juri yang berasal dari semua Pengkab dan Pengkot Pertina di Bali.

“Pelatihan ini diberikan oleh tiga penguji dari Pertina Bali yakni I Nyoman Sampun Asmara, AA, Ngurah Sudarsana dan Deddy Turpin. Materinya juga bagus menyangkut teknik dasar dalam memimpin pertandingan untuk wasit dan memberikan penilaian yang tepat bagi juri,” kata Harry Trimulia Putra, Kamis (30/5/2019).

Ditegaskannya, pelatihan ini bagus bagi wasit dan juri lokal Bali karena ke depannya akan bisa menjadi perangkat pertandingan yang benar-benar berkualitas, serta akan berdampak terhadap kualitas pertandingan itu sendiri.

“Bagi kami semakin banyak nantinya wasit dan juri di Bali, maka akan bisa membuat kejuaraan di setiap daerah akan berjalan lancar, dan tidak selalu menggantungkan wasit dan juri dari Pertina Bali. Meski tetap harus ada pemantauan semua itu dari pihak Pertina Bali di lapangan,” tegas pria yang akrab disapa Harry Soto itu.

Dipaparkannya, materi itu memang sangat bagus bagi wasit dan juri, karena nantinya dalam suatu pertandingan, akan memunculkan wasit yang objektif karena sudah paham aturan yang sebenarnya, juga bagi juri dalam memberikan penilaian.

“Wasit dan juri yang ikut pelatihan ini pada kejuaraan tinju bertajuk Bupati Buleleng, di Buleleng, 13-14 Juni bakal diberikan sertifikat. Dan sertifikat itu nantinya bakal bisa digunakan sebagai perangkat pertandingan di Porprov Bali. Utamanya semakin banyak wasit dan juri di Bali maka ke depannya kita tak perlu mendatangkan wasit dan juri dari luar Bali jika ada event nasional karena biayanya lumayan besar,” demikian Harry Trimulia Putra.(git)