Cek Ruang OPD, Wabup Kembang Ingatkan Pilah Aset Tak Terpakai

Wabup Kembang masih menemukan tumpukan aset di beberapa ruangan OPD yang tidak terpakai.

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS- Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan masih menemukan tumpukan aset tak terpakai di ruang kerja OPD.  Kondisi itu dinilainya tak layak guna mendukung suasana kerja yang nyaman dan peningkatan produktifitas kerja.

Hal itu dilontarkannya saat mengecek kondisi ruangan di masing –masing OPD Pemkab Jembrana, Selasa (21/5/2019). “Tumpukan aset dan berkas tak terpakai membuat ruangan seakan penuh dan pengap. Ini tidak nyaman dan ideal . Saya yakin berpengaruh terhadap suasana kerja,“ ujar Kembang.

Kembang mencontohkan ada ruangan yang menumpuk barang-barang rusak di atas lemari. Bahkan ada juga kardus-kardus berkas pembungkus barang yang masih disimpan rapi. Padahal, arahannya dalam apel di hadapan seluruh pegawai, beberapa waktu lalu, tiap OPD mesti memperhatikan aset-aset yang ada di ruangan. Memilah mana arsip aktif yang masih diperlukan, arsip inaktif  yang harus dikirim ke record centre, arsip terjaga yang vital dan penting sehingga harus disimpan keutuhannya baik-baik serta arsip statis yang sudah tidak terpakai namun ada kandungan sejarah bisa disetor ke depo arsip.

Sedangkan aset-aset yang sudah rusak sehingga tak mungkin terpakai lagi dimintanya untuk segera dihapus dan dititip di gudang daerah yang berada di areal GOR Kresna Jvara, Sawe.

“Kalau aset yang rusak segera dibuatkan permohonan penghapusan dan dipindah ke gudang aset sehingga tak tercampur dengan aset yang kondisinya masih baik. Bawa ke gudang aset, bukan untuk langsung dimusnahkan tapi nanti dipilah lagi. Kalau masih bagus mungkin bisa dihibahkan ke masyarakat,“ papar Kembang.

Di hadapan para pegawai, Kembang meyakini, suasana kantor yang nyaman sangat mendukung produktifitas kerja pegawai. Suasana kerja juga jadi menyenangkan. Ia juga berharap tiap OPD memiliki record center sebagai tempat penampungan arsip inaktif. Pegawai bertanggung jawab mengurusi arsip masing-masing.  

Ke depan, apabila persoalan kearsipan ini sudah beres, Wabup Kembang ingin konsep ruang kerja di Pemkab Jembrana ini mengadopsi konsep kantor-kantor moderen. Ruangannya terbuka, tidak ada sekat atau tembok sehingga koordinasi, interaksi semakin mudah dan pegawai makin terpacu untuk bekerja lebih maksimal.

Menindaklanjuti arahan Wabup, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Ida Ayu Made Dharma Yanti Putra mengatakan, akan segera mengadakan pelatihan tenaga BKO. Nantinya mereka akan dibebankan tugas tambahan untuk mengelola arsip di masing-masing OPD.  

Pihaknya juga siap melakukan pendampingan dan menerima arsip-arsip di masing masing OPD untuk disetor ke depo arsip. “Kita tindak lanjuti dan sudah bersurat ke masing-masing OPD. Karena penanganan arsip ini mesti ada pelatihan dan keterampilan khusus,“ pungkas Dharma Yanti.    (utu)