Ahli Fengshui Hadir di Joger Kuta, Mr. Joger: “Sekedar Berbagi Ilmu”

0
822
Foto bersama Armand S Wulianadi (kiri), Mr. Joger dan Jenie Kumala Dewi.

Kuta, PERSPECTIVESNEWS- Ahli Fengshui Jenie Kumala Dewi hadir di Joger Kuta, Sabtu (18/5/2019) dan memberikan pemahaman pentingnya memiliki usaha dengan memperhatikan faktor keberuntungan berdasarkan fengshui.

Mr. Joger usai memberikan sambutan mengatakan, kehadiran ahli fengshui Jenie Kumala Dewi adalah kesempatan yang diberikan pihak Joger untuk Jenie melaunching bukunya (fengshui) dan menyosialisasikannya kepada masyarakat di Bali.

“Kami hanya membantu dan memberikan kesempatan kepada Ibu Jenie untuk berbagi ilmu dan memperkenalkan bukunya,” ujar Mr. Joger.

Ditambahkan Mr. Joger, fengshui memang diyakini sebagian orang adalah penting terutama bagi mereka yang bergerak di bidang usaha. Soal berpengaruh atau tidak terhadap suatu usaha, Mr. Joger tidak mempersoalkannya karena setiap orang bebas berpendapat terhadap apa yang diyakininya benar.

“Kami tidak mempermasalahkan hal itu karena setiap orang bebas berpendapat dan meyakini apa yang menurutnya benar. Tetapi saya pribadi hanya berpedoman pada niat dan sikap dalam menjalankan suatu usaha. Tetapi bukan berarti saya tidak setuju lho. Kalau kita sudah berupaya maksimal tapi hasilnya belum optimal, mungkin kita bisa bertanya apa ada kaitannya dengan fengshui. Bagi saya pribadi, fengshui itu baik untuk menuntun kita pada tujuan kebaikan dalam berusaha,” jelas Mr. Joger.

Dalam seminar yang dihadiri sekitar 100 orang itu, Jenie yang didampingi Armand S. Wulianadi selaku Junior Chief Executive Officer Joger selain membahas fengshui (terdiri 5 elemen) yakni tanah (earth), logam (metal), air (water), kayu (wood) dan api (fire). Lima elemen dalam fengshui tersebut diyakininya bisa berpengaruh cukup besar dalam menentukan sebuah usaha.

Jenie juga mengungkap sifat dan karakter seseorang dari shio yang dimilikinya.  Menurut Jenie, ada 12 shio berdasarkan tahun kelahiran seseorang. Setiap shio menunjukkan sifat dan kekurangan serta kelebihan masing-masing orang, termasuk ketidakcocokan dalam suatu usaha.

“Sebenarnya fengshui maupun shio hanya untuk menyatukan kelebihan seseorang dengan kekurangan orang lain. Fengshui adalah ilmu komunikasi untuk menciptakan keseimbangan dan keharmonisan, baik dalam berumah tangga maupun dalam menjalankan sebuah usaha,” sebut Jenie.

Dalam kesempatan yang sama, Jenie juga mengupas masalah Yin dan Yang. Dijelaskan, posisi Yin dan Yang adalah sejajar dan saling melengkapi. Jika Yin bertemu Yang pasti ada keharmonisan di dalamnya, sebaliknya jika Yang betemu Yang atau Yin bertemu Yin maka agak sulit untuk mencapai keseimbangan, baik dalam hidupmaupun usaha.

Seminar selama 2 jam itu berlangsung reaktif. Peserta bebas merespon dengan berbagai pertanyaan terkait usaha dan masa depan usahanya dikaitkan dengan fengshui, shio maupun Yin dan Yang.  (ari)