Jacob Manurung “Best Bartender of The Year”, Lihat Kepiawaiannya…

0
233
Jacob Manurung "Best Bartender of The Year" (tengah), di ajang "Indonesia World Class Competition 2019" yang digelar di Sugarsand, Seminyak, Jumat (10/5/2019) malam.

Seminyak, PERSPECTIVESNEWS – Jacob Manurung berhasil meraih gelar bergengsi sebagai “Best Bartender of The Year” dalam pelaksanaan ajang kompetisi bartender tingkat nasional “Indonesia World Class Competition 2019” yang digelar di Sugarsand, Seminyak, Jumat (10/5/2019) malam.

Apa sih kepiawaian Jacob sehingga berhasil menyisihkan 7 finalis rekan bartender lainnya?. Simak keunggulan Jacob di dunia bartender ini.

Kompetisi dari awal memang berlangsung seru dan menegangkan. Jacob menang berkat penguasaan materi dan teknik cara menyajikan racikan minuman classic cocktail, bahkan bartender Djournal House, Jakarta menetapkan Jacob Manurung sebagai duta Indonesia untuk berlaga pada ajang kompetisi bartender internasional “Final Diageo World Class Competition” yang akan dihelat di Glasgow, Skotlandia, September 2019, mendatang.

Pemuda asal Sumatera Utara, kelahiran 18 November 1990 yang baru mengenal dunia bartender sejak 2016 itu akhirnya berhasil mengungguli kepiawaian 7 finalis lainnya asal Bali dan Jakarta. Nama Jacob Manurung pernah tercatat sebagai finalis ajang serupa tahun 2017.

Tujuh finalis tersebut terdiri dari 4 bartender asal Bali masing-masing, Daniel Gerves (Alila Seminyak), I Putu Aris Sanjaya (Bikini Bali), Melverndari (W Hotel Bali), dan Panji Wisrawan (Da Romeo Bali) serta 3 finalis bartender asal Jakarta yaitu, Benny Michael (Hotel Monopoly), Charles Richard (Hakkasan), dan Henry Maraben (Lowey Bar & Bistro).

Diageo Indonesia Brand Ambassador, Wawan Kurniawan mengakui, para finalis kali ini memiliki teknik dan keahlian serta memperlihatkan kemajuan yang lebih baik. “Dengan memiliki kualitas yang baik, mereka bisa menjawab kebutuhan konsumen dalam membuat dan memberikan minuman beralkohol yang terbaik,” ujar Wawan Kurniawan.

Sebagai pemimpin dalam bisnis global minuman premium dan dengan rangkaian koleksi minuman beralkohol hingga bir, Diageo selalu memberikan pengetahuan lebih, teori, dan teknik pengaplikasian ketika menyajikan sebuah minuman kepada seluruh bartender di dunia, khususnya di Indonesia.

Kedelapan finalis bartender asal Bali dan Jakarta itu terpilih berdasarkan 5 faktor. Pertama, hosting, yaitu bagaimana cara bartender menunjukkan skill komunikasinya. Kedua, crafting, yakni bagaimana teknik dalam membuat dan menyajikan minuman. Ketiga, melalui penilaian rasa dan aroma koktail, serta melihat takaran yang seimbang atau tidak.

“Keempat, tentang knowledge, untuk melihat seberapa besar pengetahuan bartender tentng Diageo dan proses pembuataan koktail. Serta, kelima, menyangkut storytelling, yaitu cerita dibalik minuman, kesinambungan antara konsep dan nama yang diberikan kepada minuman tersebut,” jelas Wawan Kurniawan.

Kedelapan finalis nasional ini kata Wawan Kurniawan, diberikan 3 tantangan berupa “Tartan Tiki”, “My Mixer Challenger” dan “The Showdown” dan “Smoke Integration”.   (ari)