Catut Nama Caleg, Dua Penipu Bermodus Pinjam Uang Ini Diringkus Aparat

Dua pelaku penipuan yang berhasil diringkus Kasat Reskrim Polres Jembrana.

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS- Dua pelaku penipuan dengan modus pinjam uang dengan mencatut nama seorang Caleg ini cukup nekat. Namun begitu, jajaran Sat Reskrim Polres Jembrana cukup jeli. Kini mereka diringkus aparat dan harus mempertanggungjawaban perbuatannya.

Dua pelaku tersebut, masing-masing berinisial PAG (44) asal Baler Bale Agung dan (IMM) alias Kade (40) asal Mendoyo melakukan aksi penipuan dengan cara mencatut nama salah seorang caleg.

Kepada sejumlah wartawan (Jaringan Jurnalis Jembrana), Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogi Pramagita mengatakan, tertangkapnya dua orang tersebut atas laporan warga masyarakat atas nama Gst Ayu Putu Ariyani yang mengaku ditipu oleh kedua pelaku hingga ratusan juta rupiah.

Atas laporan itu polisi kemudian mendalami sehingga berhasil menangkap dua orang pelaku yang diringkus di rumah masing-masing.

Menurut Kasat Reskrim, dua pelaku ini dalam melakukan aksinya melakukan peran yang berbeda. PAG bertugas menghubungi korban melalui ponsel yang sekaligus mengaku sebagai Caleg DPRD Kabupaten Jembrana.

Pada sisi lain, IMM berperan sebagai tim sukses dan disuruh mengambil uang di tempatnya I Gusti Ayu Putu Ariyani (korban). Awalnya IMM meminjam uang Rp 1 Juta  di bulan Maret 2019 lalu dengan alasan uang yang dipinjamnya untuk keperluan dana kampanye sehingga total pinjaman mencapai Rp 102 juta.

“Pemilu kan sudah hampir selesai, saat ditagih ternyata dia (IMM) bukan tim sukses. Disitulah ada kecurigaan sehingga korban melaporkan kejadian itu ke polisi,” ungkap AKP Yogi Pramagita.

Kasatserse humoris ini juga menerangkan, korban percaya dengan PAG karena kenal baik dengan calon legislatif yang namanya dicatut itu. Si pemberi pinjaman sangat yakin caleg yang dikenalnya  nantinya bisa mengembalikan pinjaman. Anehnya, kata AKP Yogi, saat transaksi keduanya tidak saling bertemu sebab uang yang dipinjamkan oleh korban ditransfer ke sejumlah rekening.

Atas kasus ini, jajaran Reskim Polres Jembrana telah mengamankan barang bukti berupa buku rekening yang digunakan untuk menerima transfer uang.

Setelah ditelisik dan dari pendalaman anggota Serse Polres Jembrana, tersangka PAG ini merupakan mantan anggota Polri yang diberhentikan dengan tidak hormat alias dipecat dari satuannya. “Pelaku ini adalah residivis yang sering melakukan penipuan,” terang Kasat Serse AKP Yogi Pramagita sembari menambahkan atas kasus ini polisi masih melakukan pengembangan lebih lanjut untuk memastikan kemungkinan masih ada korban yang lain.

Pelaku dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun.  (utu)