Pemkot Gandeng BPOM Pantau Takjil, Tak Ditemukan Zat Berbahaya

BPOM Denpasar pantau penjualan takjil di Dusun Wanasari, Kampung Jawa, Denpasar, Senin (6/5).

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS- Memasuki Bulan Suci Ramadhan, Pemerintah Kota Denpasar bersinergi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar melakukan pemantauan terhadap peredaran takjil (makanan dan minuman untuk berbuka puasa). Dari hasil pengecekan 21 sampel makanan, semuanya memenuhi syarat dan tidak ditemukan zat berbahaya.

Kegiatan kali ini menyisir sentra penjualan takjil Dusun Wanasari, Kampung Jawa, Denut dipimpin Kepala BPOM Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni bersama Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denapsar, IGN Eddy Mulya didampingi sejumlah OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar pada Senin (6/5/2019) sore.

“BPOM telah mengidentifikasi 21 sampel makanan untuk diuji. Sampel tersebut diantaranya Pepes Ikan, Bakso, Tahu, Kerupuk, Es Gula, Biji dan Mutiara serta Peyek Udang. Di wilayah Denpasar, kami memulainya di pusat takjil di Kampung Jawa ini, dan akan dilakukan pemantauan selama sebulan penuh selama Bulan Suci Ramadhan,” ujar Kepala BPOM Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni.

Menurutnya, dari hasil pengecekan 21 sampel ini, bisa dipastikan semua sampel yang diuji hasilnya memenuhi syarat dan tidak ada yang positif mengandung zat berbahaya,” ujarnya.

Ditambahkan Aryapatni, berkat pembinaan BPOM Denpasar bersama Pemkot Denpasar yang intens terhadap produsen makanan menunjukkan hasil yang baik guna menekan penggunaan zat berbahaya pada makanan. Disampaikan pula dari data yang diperoleh tahun sebelumnya (2017-2018), bisa dikatakan Kota Denpasar juga telah terbebas dari penggunaan zat berbahaya Rhodamin-B dan sejenisnya.

Tes sampel makanan kali ini menggunakan metode Test Kit. Sampel makanan dilarutkan dengan bahan Aquades dan Reagen untuk mengetahui apakah makanan itu mengandung zat berbahaya seperti Rhodamin-B, Boraks, Formalin atau Metanil Yellow.

Dia mengimbau masyarakat untuk cerdas memilih sebelum membeli makanan dengan Cek Klik yaitu Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar dan Cek Kadaluarsa.

Sementara Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya mengatakan, pemantauan ini merupakan upaya meniadakan bahan tambahan makanan yang tidak direkomendasikan dari segi kesehatan. Pola pemantauan dan pengambilan sample ini bersifat edukatif serta imbauan kepada masyarakat untuk menghindari makanan yang berwarna mencolok dan tidak alamiah.

“Pemkot Denpasar mengapresiasi sentra penjualan takjil di Kampung Jawa ini. Para pedagang takjil telah menyadari dan tidak menjual makanan berbahan tidak alami. Namun tidak berhenti di sini, karena proses penyajian takjil ini akan berlangsung sebulan penuh selama Bulan Suci Ramadhan tentu berharap BPOM Denpasar bersinergi dengan Pemkot Denpasar secara rutin melakukan pemantauan,” ujarnya.

Eddy Mulya menambahkan, sejalan dengan Perwali No 36 Tahun 2018 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik juga pemantauan takjil oleh BPOM ini juga turut mengedukasi para pedagang untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sebagai bungkus makanan dan menggantinya dengan tas ramah lingkungan,” ungkap Eddy Mulya.   (hum/ari)