Kemenhub Gelar Simulasi Penanganan ‘Bomb Threat’ di BNR Bali, Ada Apa?

0
167
Penandatanganan MoU antara Dirjen Perhubungan Udara, BMKG dan Basarnas terkait gelar simulasi penanganan ancaman bom di Bandara Ngurah Rai, Bali.

Mangupura, PERSPECTIVESNEWS-  Salah satu jenis ancaman yang acapkali dialamatkan terhadap bandar udara adalah ancaman bom (bomb threat). Untuk mengantisipasi hal itu, bandar udara selaku obyek vital nasional, membutuhkan personel yang selalu siap siaga dalam mengantisipasi segala jenis ancaman.

Demi terciptanya lingkup bandar udara serta personel yang siaga akan ancaman bom, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (BNR) Bali bekerja sama dengan Direktorat Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, mengadakan simulasi penanganan terhadap ancaman bom, Selasa (30/4/2019).

Simulasi tersebut dilaksanakan dalam rangkaian acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dirjen Perhubungan Udara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas).

Dalam rangkaian acara tersebut, turut pula digelar pameran atau Kolaborasi Simulasi Implementasi 3S + 1C. Kegiatan ini merupakan bentuk realisasi dari manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali dalam implementasi prinsip 3S + 1C (Safety, Security, Service dan Compliance).

Acara yang dilaksanakan di area Terminal Domestik ini dibuka oleh sambutan Direktur Navigasi Penerbangan, Asri Santosa mewakili Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Asri menyatakan, pelatihan ini ditujukan untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan penerbangan. “Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Dirjen Perhubungan Udara selaku otoritas penerbangan sipil nasional dalam mewujudkan keselamatan, keamanan, pelayanan dan kepatuhan dalam penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan,” ucap Asri.

Simulasi tersebut disiarkan dan ditonton secara langsung oleh seluruh undangan yang hadir. Selain latihan penanganan ancaman bom, ditampilkan pula video simulasi penanganan simulasi penanganan penumpang dalam keadaan darurat (sakit dan atau melahirkan), penanganan Tower ATC pada saat terjadi gempa bumi, serta penanganan pembajakan Tower ATC.

Dalam simulasi penanganan ancaman bom tersebut, dilakukan 2 rekayasa kejadian, berupa ancaman bom yang terdeteksi negatif dan ancaman bom yang terdeteksi positif. Simulasi tersebut dilakukan oleh seluruh pihak yang berwenang dalam kejadian ancaman bom, dengan melibatkan unsur personel Aviation Security Bandar Udara Ngurah Rai, personel Polri, serta TNI.

Selain penayangan video simulasi penanganan berbagai jenis keadaan darurat di bandar udara, dalam acara tersebut juga diadakan pameran teknologi yang selama ini digunakan dalam pelayanan navigasi penerbangan. “Menyongsong era industri 5.0 dalam kegiatan ini juga akan ditampilkan pameran teknologi dibidang penerbangan,” pungkas Asri.    (ari)