Lewat Acara Ini Kemenperin Siapkan 250 IKM Bali “Go Digital”

0
151
Acara seminar ESMART IKM Go Digital 2019, di Kuta.

Kuta, PERSPECTIVESNEWS- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) akan menyiapkan 250 industri kecil dan menengah (IKM) di Bali untuk dibawa menuju Revolusi Industri 4.0 atau “go digital”. Kesiapan itu dilakukan melalui kegiatan acara “e-Smart IKM 2019”.

“Acara dihadiri 250 IKM dari Provinsi Bali ini berkolaborasi dengan lima marketplace, dua Fintech, satu perbankan, dua perusahaan pengiriman, satu jasa eksportir dan komunitas penyedia layanan Informasi berbasis open ERP,” ungkap Perwakilan Ditjen IKMA Pusat, Ni Nyoman Ambareny, dalam pembukaan e-Smart IKM 2019, di Kuta, Badung, Bali, Senin (29/4/2019).

Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam “making Indonesia 4.0” menurut Ambareny adalah Industri Kecil dan Menengah yang tertinggal dalam pemanfaatan teknologi. Melalui program ini, ia mengharapkan bisa menjadi penghubung bagi IKM untuk belajar bagaimana menggunakan “platform digital” untuk meningkatkan daya saingnya.

Acara yang dikemas dalam konsep pameran, talkshow, dan workshop itu juga menghadirkan 12 kolabolator ternama yakni Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, Blanja.com, Dana, OVO, Imooji, Odoo Indonesia Network, Mandiri, JNE, dan Si Cepat.

Selain itu, acara ini juga didukung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali dan Dinas Perindustrian Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Bali.

“Kolaborasi ini merupakan kekuatan untuk memperkuat daya saing industri Indonesia dan kita harus bergerak bersama,” katanya.

Program e-Smart IKM sendiri diluncurkan oleh Kemenperin pada Tahun 2017 dan sampai dengan Tahun 2018 tercatat 5.945 IKM turut serta dalam program tersebut dengan membuahkan nilai transaksi sebesar Rp 2 miliar lebih dan naik signifikan dari nilai transaksi tahun sebelumnya yang hanya Rp 168 juta.

“Kami harap e-commerce menjadi gerbang bagi para pelaku IKM untuk melakukan transformasi digital,” katanya.

Ia mengatakan, kegiatan literasi digital commerce untuk IKM, setelah akses pasarnya diperluas melalui e-commerce, kemudian IKM akan membutuhkan promosi digital, sistem informasi digital, pembayaran digital, dan teknologi digital lainnya.

E-Smart IKM 2019 dengan tema “IKM Go Digital” ini menyediakan enpat topik talkshow serta tujuh kelas workshop yang bisa diikuti oleh peserta. Antusiasme IKM untuk mengikuti acara ini, membuktikan bahwa IKM kita juga siap untuk mengadopsi teknologi digital.

Sementara itu Kadis Perindag Provinsi Bali, Ir. I Puja Astawa, MMA mengapresiasi kegiatan yang digelar Kemenperin untuk meningkatkan performa UKM di Bali. “UKM di Bali harus bisa meningkatkan kualitas produk, harga kompetitif, kemasan menarik serta akses pasar yang luas serta pelayanan yang baik,” ungkapnya saat memberikan sambutan mewakili Gubernur Bali.

Ditambahkan, untuk menciptakan wirausaha, pemerintah harus mendukungnya dengan memberikan akses kemudahan permodalan, bimbingan manajemen dan lainnya. “Jumlah UKM yang tercatat di Bali ada sekitar 15.100. Mereka bergerak di bidang kerajinan kayu, minuman, fashion, perak, dan lain-lain. Dengan kegiatan seperti seminar atau talkshow seperti ini, akan memperluas wawasan para pelaku UKM untuk menyiapkan diri menghadapi kompetisi global,” pungkas Puja Astawa.   (ari)