BPBD Kabupaten Tabanan Gelar Simulasi “Kampung Siaga Bencana”

Simulasi penanganan bencana yang diadakan BPBD Tabanan.

Tabanan, PERSPECTIVESNEWS – Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan menggelar simulasi Kampung Siaga Bencana di Lapangan umum Desa Tangguntiti Selemadeg Timur.

Acara yang melibatkan PMI, masyarakat, siswa, serta Satpol PP ini diawali dengan apel dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan A.A. Gd. Dalem Trisna Ngurah

Sekretaris Daerah Tabanan dalam sambutan dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten  Tabanan A.A. Gd. Dalem Trisna Ngurah mengatakan  bencana adalah peristiwa yang mengganggu dan mengancam kehidupan masyarakat, disebabkan faktor alam maupun faktor non alam.

“Simulasi merupakan langkah awal kita untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana tanah longsor pada saat musim hujan, karena bencana dan pembangunan merupakan dua hal yang berjalan beriringan,” katanya.

Menurutnya, antisipasi sejak dini akan mampu meminimalisir timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

“Kami mengadakan simulasi di daerah Tangguntiti karena daerah ini merupakan salah satu daerah dan kawasan perbukitan serta rawan gempa bumi, angin kencang dan tanah longsor pada saat musim penghujan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa mengantisipasi kita terhadap kemungkinan bencana yang terjadi,” ujarnya.

Agung Dalem menambahkan, Desa Tangguntiti memiliki kondisi geografis yang nyegara gunung, potensial untuk dikembangkan dalam rangka mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Tetapi di balik semua itu, tidak terlepas dari potensi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja.

Dengan begitu  diperlukan kesiapsiagaan masyarakat desa,  untuk menghadapi kemungkinan bencana. Hal ini memerlukan sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan  dunia usaha dalam penyelenggaraan bencana baik pra maupun pasca.

“Pahami potensi bencana yang mungkin terjadi, pelajari rencana evakuasi yang telah disusun serta ikuti arahan jika bencana benar-benar terjadi,” imbuhnya.

 Kepala BPBD Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita mengatakan tujuan simulasi untuk menggugah kesadaran, meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh lapisan baik pemerintah dan masyarakat akan bahaya tanah longsor, mengingat banyaknya pembangunan dengan mengeruk tanah sehingga pada musim penghujan sering terjadi tanah longsor.(hms)