Hadiri Go Public Bali United, Ini yang Dikatakan Sekjen PSSI Ratu Tisha

0
167
Ratu Tisha Destria

Gianyar, PERSPECTIVESNEWS – Klub sepakbola Liga 1 Bali United melakukan go public dengan melepas sahamnya di pasar modal. Ini menjadi satu-satunya klub profesional di Indonesia yang melakukan itu, menjadi pertama di Asia Tenggara dan yang kedua di Benua Asia.

Sekjen PSSI Pusat Ratu Tisha Destria yang hadir pada acara go public Bali United, di Bali United Café Kompleks Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Jumat (26/4/2019) menyebut langkah Bali United dapat mengangkat kasta sepakbola Tanah Air.

PSSI Pusat pun, kata Ratu Tisha, sangat mendukung langkah Bali United itu. “Ini kado terindah untuk PSSI di ulang tahun ke-89 dari anggota kami yakni Bali United,” ucapnya.

Ratu Tisha menyebut Bali United juga telah mengantarkan sepakbola Indonesia lepas landas menjadi salah satu sektor industri yang diharapkan dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini juga dicatat sebagai sejarah dalam perkembangan sepakbola Indonesia.

Sementara Chief Executive Officers (CEO) Bali United, Yabes Tanuri, mengatakan go public dilakukan atas dasar kebersamaan, kekeluargaan dan saling memiliki.

“Dengan go public, berarti perusahan mengizinkan masyarakat memiliki perusahan itu dengan cara membeli saham,” ujarnya.

Yabes Tanuri mengatakan, manajemen melepas sebanyak-banyaknya 2 miliar lembar saham atau 33,33 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum Perdana Saham (IPO). Adapun harga penawaran antara Rp 155 sampai dengan Rp 175 per lembar saham.

“Sudah 4 tahun berlalu, dimana kita bersama-sama merasakan banyaknya peristiwa di dunia persepakbolaan Indonesia. Tentu kita sangat bangga dengan perkembangan tim ini,” ujar Yabes Tanuri.

Lanjutnya, pihaknya melakukan go public ini juga atas dasar transparansi. Selama ini, manajemen diharapkan agar lebih transparan sehingga semuanya bisa menjadi lebih dekat.

“Dengan go public, maka semua bisa menjadi pemegang saham Bali United. Kita bisa menjadi sebuah keluarga yang saling memiliki. Kita bangga mengwal, bangga bisa bersama dan juga banga bisa memiliki,” tegasnya.(git)