Asosiasi Muslim Beijing Kunjungi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia Provinsi Bali

Sebanyak 23 anggota Asosiasi Muslim Beijing melakukan Kunjungan sehari ke PITI Bali, Kamis (18/4/2019) di Denpasar.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS –  Untuk kali pertama Asosiasi Muslim Beijing (AMB) China melakukan silaturahmi dengan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Bali, Kamis (18/4/2019) di Denpasar.

Rombangan sebanyak 23 orang itu selain bersilaturahmi dengan jajaran pengurus dan anggota PITI Bali, juga melakukan aktivitas wisata di Pulau Dewata.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PITI Bali, Mulyono usai menerima rombongan AMB di kediaman Raharjo, Jalan Gunung Sari Denpasar, mengatakan, selama sehari mereka juga melakukan diskusi mengenai perkembangan persahabatan Muslim Indonesia khususnya PITI yang ada di Bali.

Ia membeberkan di Bali anggota PITI baru 50 KK yang tersebar di Denpasar dan Badung, tapi itu merupakan data belum konkret, karena organisasi ini sepat vakum, dan akan dilakukan pendataan secara digital.

“Kami mulai menggalang pendataan secara digital, sehingga setiap anggota akan masuk dalam database,  supaya  bisa diketahui  secara riil  berapa anggota PITI se-Bali,”ungkapnya.

Kemudian secara khusus perwakilan AMB  pada sesi dialog menyebutkan, kini anggotanya terus bertambah menyusul penguasa di Tiongkok memberi kebebasan untuk beribadah.

“Kunjungan ini baru kali pertama, sebagai langkah awal untuk program berikutnya akan ditindaklanjuti kegiatan yang sama,” jelasnya.

Di tempat sama, Ketua MUI Bali, Haji M. Taufik merespons baik kunjungan AMB ke Bali. Taufik mengatakan, umat Islam menginginkan di Bali sebagai pulau dakwah yang rahmatan lil alamin, memberi kasih sayang bagi sesama.

Bali, lanjut Taufik, sudah mendunia bila bicara wisata alam maupun budayanya, karena itu umat Islam harus berperan karena pariwisata itu mengandung silaturahmi, hubungan satu sama lain, termasuk antarnegara.

“Pariwisata berarti memperkokoh persaudaraan sesama kita termasuk lintas bangsa dan negara seperti yang dilakukan PITI Bali dengan Asosiasi Muslim Beijing, termasuk juga hubungan ekonomi dan bisnis, serta ilmu pengetahuan,” ujarnya.(ari)