Ulang Tahun Keempat, Mitra Devata Gelar Turnamen Diikuti 64 Sekolah Sepakbola

0
193

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Klub sepakbola Mitra Devata kini sudah berusia empat tahun. Memperingati hari jadinya itu, Mitra Devata yang dihuni oleh sederet legenda hidup sepakbola Bali seperti Komang Mariawan, Pasek Alit, I Wayan Sukadana, Gangga Mudana, Ida Bagus Mahayasa, Erik Ibrahim, dan Bayu Sutha, menggelar turnamen sepakbola U-10 tahun dan U-12 tahun di Stadion Ngurah Rai Denpasar, 19-21 April 2019.
“Turnamen ini juga sebagai ajang coaching clinic, sasarannya tentu pemain-pemain usia muda dan kebetulan hampir semua anggota Mitra Devata sudah memiliki lisensi kepelatihan mulai dari D Nasional hingga AFC B. Turnamen Mitra Devata Cup 2019 U-10 dan U-12 ini merupakan gebrakan kami untuk melahirkan pesepakbola andalan Bali nantinya,” ucap Koordinator Mitra Devata Legend, Purwanto Iman Santoso, Kamis (18/4/2019).
Technical meeting (TM) juga sudah dilakukan di Hotel Kepundung, Sabtu pekan lalu (13/4/2019) yang diikuti oleh 64 tim peserta yang terbagi lagi menjadi 32 tim U-10 dan 32 tim U-12. Format pertandingan ada setengah kompetisi dimana masing-masing kategori akan dibagi lagi menjadi delapan grup.
Dari masing-masing kategori akan dibagi menjadi delapan grup dan masing-masing grup diisi oleh empat tim. Tim-tim lawas dari Pulau Dewata seperti Putra Tresna, SSB Guntur, Pespa Padangsambian, Putra Pegok, Mandala Putra, hingga Putra Perkanthi ikut ambil bagian.
Selain itu, akademi sepakbola milik Bali United, PSG Academy juga ambil bagian di dua kategori. Ketua Panitia Pelaksana Mitra Devata Cup 2019, Wayan Sukadana saat konferensi pers di Grasso Kitchen, Denpasar, Kamis (18/4/2019) mengatakan persiapan turnamen sudah mencapai 90 persen. “Sekarang ini kami hanya perlu untuk membenahi rumput dan penyiraman saja,” ucapnya.
Purwanto Iman Santoso mengungkapkan jika turnamen yang digelar pertama kalinya oleh Mitra Devata ini adalah hasil dari rembug bersama dalam beberapa tahun terakhir.
“Turnamen ini kami gagas juga karena bertepatan dengan ulang tahun Mitra Devata yang keempat tahun ini. Selain itu, turnamen ini juga untuk mengenang kepergian salah satu penggagas dari Mitra Devata, Pak Sony Kawiarda,” ucapnya.
Tetapi ada hal yang lebih spesifik lagi yang dikatakan oleh Purwanto. Bisa menggelar turnamen usia dini yang pertama dan mungkin menjadi salah satu yang terbesar di Bali bisa memuluskan jalannya untuk bisa membentuk diklat di Bali seperti Diklat Ragunan maupun Diklat Salatiga.
Ketika ditanya mengenai apakah juara dari U-10 dan U-12 akan diikutsertakan dalam turnamen di luar Bali, Purwanto mengungkapkan bahwa peluang itu ada. “Kalau untuk saat ini masih belum terpikirkan. Tetapi hal tersebut bukanlah sesuatu yang tidak mungkin untuk kami realisasikan,” tutupnya.(git)