Ini Alasan Citibank Gelar Literasi Keuangan untuk Anak SD

0
252
Foto bersama usai digelarnya Digital Financial Literacy for Children di SDN 18 Pemecutan, Denpasar.

Denpasar- PERSPECTIVESNEWS-  Berharap CSR memberi dampak lebih bermanfaat, Citibank menggelar literasi keuangan (money literacy) untuk anak-anak SD di Denpasar. Salah satu SD yang beruntung adalah SDN 18 Pemecutan.

Apa alasan bank berjaringan internasional ini menganggap penting kegiatan itu?. Untuk membangun kesadaran mengelola keuangan sejak dini, papar Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera N. Makki.

Berbicara di hadapan sekitar 100 orang tua siswa, Elvera menambahkan, Citi Indonesia menggandeng Prestasi Junior merasa perlu menggelar literasi keuangan untuk anak SD karena di era digital ini, anak tak hanya rentan terpapar game online tapi juga belanja online.

“Literasi keuangan yang menyasar siswa SD ini merupakan bagian dari CSR yang dinamakan Citi Peka (Peduli dan Berkarya) dan diadakan di Denpasar karena Denpasar merupakan salah satu kota yang disasar. “Kami menyasar kota-kota tempat beroperasinya Citibank di Indonesia. Denpasar salah satunya,” sebutnya kepada awak media, Senin (15/4/2019).

Ia mengungkapkan, Citibank memiliki kepedulian besar membangun komunitas yang memiliki kapasitas keuangan yang baik dan berkelanjutan. “Melalui program literasi berbasis digital ini, anak-anak belajar mengenai pengelolaan dan pengambilan keputusan soal keuangan sejak dini,” ungkapnya.

Anak-anak yang disasar merupakan siswa kelas III, IV dan V. Mereka masing-masing dipinjamkan tablet komputer yang berisi aplikasi terkait literasi. “Anak-anak diajarkan jual beli, pengeluaran dan pemasukan, serta menghitung pajak,” jelasnya.

Sementara itu Manager Advisor Prestasi Junior Indonesia, Robert Gardiner menambahkan, usia dini merupakan momen tumbuh kembang yang perlu diberi perhatian termasuk dalam memberikan nilai-nilai dasar finansial. “Di program ini, anak-anak belajar bahwa orangtua perlu bekerja untuk memperoleh uang. Dan mereka perlu cermat dalam mengelola uang saku yang diberikan,” paparnya.

Robert Gardiner menyebutkan, program ini sudah tiga tahun berjalan, sejak 2017. Program Digital Financial Literacy for Children telah menjangkau 8.655 siswa dari 31 SD. Terdapat 5 kota yang disasar yakni Jakarta, Bandung, Semarang, dan Denpasar.

Di sela literasi juga diadakan Parenting Talkshow dengan menghadirkan Psikolog Roslina Verauli M.Psi.,Psi. Di sesi yang melibatkan orangtua siswa itu, Roslina memberikan penjelasan dan trik mengenai pengelolaan keuangan serta literasi keuangan. Khususnya soaln bagaimana mengatur keuangan di era online ini.  (ari)