Ini Alasan Kadek Jaya Indra Menghabisi Nyawa Kekasihnya di Kamar Kos

0
308
Kadek Jaya Indra

Singaraja, PERSPECTIVESNEWS – Polisi berhasil membongkar kasus pembunuhan terhadap mahasiswi Undiksha Singaraja asal Tabanan, Ni Made Serli Mahardika.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Kapolsek Kota Singaraja Kompol. AA. Wiranata Kusuma seizin Kapolres Buleleng AKBP L Sutarno, mengatakan, motif pembunuhan terhadap Ni Made Serli Mahardika yang dilakukan Kadek Jaya Indra (20) yang notabene pacarnya sendiri, karena cemburu.

“Pelaku Kadek JI sudah kami amankan hari Kamis (11/4/2019), dan menurut pengakuannya kepada penyidik ia membunuh pacarnya karena cemburu,” ucap Kompol AA Wiranata Kusuma, Jumat (12/4/2019).

Ia juga menjelaskan pelaku merupakan residivis untuk kasus penganiayaan di wilayah hukum Polres Tabanan beberapa waktu lalu.

Kepada penyidik, Kadek mengaku memiliki hubungan spesial dengan korban Serli sejak tahun 2013 silam. Hubungan itu sempat putus nyambung dan kembali serius sejak 7 bulan sebelum korban ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Kamis (11/4).

Tersangka juga mengaku kalau hubungannya dengan Serli tidak direstui orangtua korban dan dirinya dengan korban acap kali cekcok, bahkan kerap terjadi kekerasan dengan cara memukulnya.

Ujungnya pelaku kalap dan nekad mengakhiri hidup korban yang diduga terjadi pada Senin (8/4/2019) sekitar pukul 19.00 Wita di tempat kos korban.

“Pelaku merasa cemburu atas kesibukan dan aktivitas kekasihnya di kampus dan dianggap dekat dengan pria lain,” ucap Kapolsek Kompol AA Wiranata Kusuma.

Saat diperlihatkan kepada awak media, tersangka Kadek dengan kaki dan tangan diborgol mengaku khilaf dan menyesal telah menghabisi nyawa teman dekatnya itu.

Pria yang tubuhnya penuh tato itu mengaku kerap cekcok dan berujung main tangan, karena alasan sepele,cemburu. Ia juga mengaku sudah pacaran sejak SMP namun sempat putus karena tidak direstui orangtua korban.

“Keadaan emosi, setiap berantem pasti saling pukul, ya gara-gara hal sepele. Awalnya, dia pagi ke kampus sampai sore, terus baru duduk belum makan, dia mau ke kampus lagi. Ada chat dari teman cowoknya buat tugas, saya cemburu dan terus ribut. Emosi saya tidak terkendali,” kata tersangka Jumat (12/4/2019).

Tersangka Kadek mengaku sempat membekap wajah korban menggunakan bantal dan memukul bagian leher dan mencekiknya. “Aksi tersebut dilakukan pelaku selama kurang lebih 1 jam, sekitar dari pukul 18.00 Wita hingga pukul 19.00 Wita,” imbuh Kompol Wiranata.

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti 1 buah bantal, 1 lembar seprai, 1 potong selimut, 1 buah bantal leher, baju kaos berkerah dan celana pendek, 1 buah anak kunci kamar kos, 1 unit handphone, 1 unit handphone milik korban, dan 1 unit laptop.  

Polisi juga sudah memeriksa 8 orang saksi. Tersangka terancam Pasal 337 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara.(ari)