Pengusaha Asal Tanzania Terancam Hukuman Mati, Ini Penyebabnya

0
209
Abdul Rahman Asuman

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS –  Hukuman mati menghantui seorang pria asal Tanzania, Abdul Rahman Asuman (43). Pengusaha ini ditangkap karena menyelundupkan sabu seberat 1 kilogram lebih dengan cara dimasukkan ke dalam perutnya.

Pada sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (11/4/2019), jaksa penuntut umum Kadek Wahyudi Ardika menuntut pria berbadan gempal ini dengan Pasal 113 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati.

 “Terdakwa tanpa hak atau melawan hukum memproduksi, mengimpor atau menyalurkan narkotika golongan I berupa 99 kapsul berwarna cokelat di dalamnya masing-masing berisi sabu dengan berat bersih keseluruhan 1.130,96 gram netto,” ungkap jaksa di depan majelis hakim diketuai Novita Riama.

Sementara dalam dakwaan subsidair, Wayhudi mendakwa terdakwa tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menguasai, menyimpan atau menyediakan narkotika sebagaimana diatur dalam Pasal 112 ayat (2) UU yang sama, dipidana penjara paling lama 12 tahun.

Diuraikan jaksa Wahyudi, aksi nekat terdakwa tercium oleh petugas Bea Cukai Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kala itu, terdakwa tiba di Bandara Ngurah Rai dengan pesawat Qatar Airways QR 962 rute Doha-Denpasar pada Rabu (30/1/2019) sekitar pukul 18.00 Wita.

Saat dilakukan pemeriksaan di terminal kedatangan Intenasional mengunakan mesin X-ray, petugas Bea Cukai bernama Ari Heria Prabowo dan I Made Yogi Swara melihat gerak-gerik terdakwa mencurigakan.

Namun pada saat dilakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap badan dan barang bawaan, petugas tidak menemukan narkotika. “Sehingga dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap rongga pencernaan menggunakan rotgen di RS BIMC Jalan By Pass Ngurah Rai,” jaksa.

Alhasil, petugas menemukan barang mencurigakan pada saluran pencernaan terdakwa. Saat dikeluarkan melalui lobang anus, ditemukan benda menyerupai kapsul berwarna cokelat berisi sabu. Selanjutnya terdakwa dan barang bukti diserahkan ke pihak Polresta Denpasar.

“Bahwa maksud dan tujuan terdakwa membawa masuk ke wilayah Pabean Ngurah Rai Bali barang berupa 99 kapsul warna cokelat di dalamnya masing-masing berisi sabu tersimpan dalam rongga pencernaan adalah untuk diserahkan kepada orang lain,” kata jaksa Wahyudi.

Setelah mendengar uraian dakwaan jaksa, terdakwa yang dibantu penerjemah bahasa Irwan Dika, serta didampingi penasihat hukumnya, Made Suardika tidak mengambil langkah eksepsi. “Terima kasih Yang Mulia, setelah berdiskusi dengan terdakwa, kami tidak keberatan. Sidang dilanjutkan ke pembuktian,” kata Suardika.

Sidang akan kembali dilanjutkan Kamis (25/4/2019) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi dari JPU.(ari)