Pertina Denpasar Optimistis Raih 5 Medali Emas di Porprov Bali

Made Muliawan Arya

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Pengkot Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Denpasar optimistis mampu menyabet 5 dari 8 medali emas yang diperebutkan di Porprov Bali XIV/2019 Tabanan, meski tidak diperkuat tiga petinju andalannya.

Tiga petinju peraih medali emas saat Porprov Bali XIII/2017 Gianyar, adalah Kornelis Kwangu Langu, Julio Bria, dan Valentino Nahak (almarhum). Kornelis dan Julio tidak boleh turun di porprov karena pernah meraih medali emas di ajang yang lebih tinggi dari Porprov Bali.

“Memang sih, aturan di Porprov Bali tidak membolehkan peraih medali emas di ajang lebih tinggi dari Porprov, turun di Porprov Bali mendatang. Itu semata-mata untuk memberikan kesempatan kepada petinju di bawahnya berprestasi. Tetapi meski tanpa petinju andalan, kami optimis menyabet 5 emas di porprov nanti,” kata Ketum Pertina Denpasar, Made Muliawan Arya, Rabu (10/4/2019).

Setelah dipastikan kehilangan tiga emas pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September mendatang, secara riil, pengkot Pertina Denpasar optimis masih mampu merebut 5 emas dari 8 emas yang dipertandingkan nantinya.

Pria yang akrab disapa De Gadjah ini melanjutkan, di Porprov Gianyar dua tahun silam Denpasar menyabet 7 medali emas dari 8 yang diperebutkan di cabor adu jotos ini.

De Gadjah mengatakan, rasa optimisme itu lantaran Pertina Denpasar berhasil melakukan regenerasi petinju untuk menggantikan para seniornya. Tak terkecuali melawan dua petinju yang dipinjamkan ke dua daerah lainnya di Bali.

“Tapi kalau sekarang ini matematisnya yang sudah pasti di tangan ada 3 emas yakni, dari Krispinus Mariano W di kelas layang ringan (46 kg), Jekry Riwu kelas ringan (60 kg) dan Goris Gedha Dende di kelas welter ringan (64 kg),” sebut De Gadjah yang juga salah satu Wakil Ketua DPRD Denpasar itu.

Lantas dua emasnya dari siapa? Ia mengatakan dari lima petinju lainnya selain 3 petinju yang diprediksi besar meraih emas tadi, salah satunya tak lain yakni Agung Satria Wiguna di kelas Menengah (75 kg). “Para petinju kami sebagian besar sudah memiliki pengalaman di event-event nasional,” demikian Muliawan Arya.(git)