Pasar Gilimanuk Direvitalisasi, Ini Komitmen Bupati Dukung Pengembangan Wisata Jembrana

0
236
Bupati Jembrana Putu Artha saat melihat kondisi Pasar di Gilimanuk yang akan direvitalisasi untuk mendukung destinasi wisata di Gilimanuk.

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS- Kabupaten Jembrana tahun ini kembali mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk revitalisasi pasar dari Kementerian Perdagangan RI. Rencananya anggaran itu akan digunakan untuk merevitalisasi Pasar Gilimanuk Kecamatan Melaya. Ini  merupakan komitmen bupati mendukung pengembangan wisata Jembrana.

Hal itu terungkap saat blusukan Bupati Jembrana Putu Artha di Pasar Gilimanuk, Sabtu (6/4/2019). Lewat blusukan itu, Bupati Artha juga berdialog dengan sejumlah pedagang terkait harga sejumlah kebutuhan pokok serta mengecek langsung kondisi fisik Pasar Gilimanuk.

Bupati juga melihat berbagai fasilitas kios pedagang yang mesti dibenahi diantaranya pada bagian lantai masih becek dan sering terendam air saat hujan tiba karena pondasi bangunan sangat rendah serta drainase yang kurang lancar.

Bupati Artha berharap program revitalisasi pasar ini akan mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah gempuran pasar modern berjaringan. Masyarakat juga akan lebih punya banyak pilihan dalam berbelanja.

Revitalisasi Pasar Gilimanuk juga dinilainya sinergis dengan berbagai penataan kawasan Gilimanuk sebagai daerah tujuan wisata yang tengah digencarkan pemerintah daerah. “Jadi tidak hanya untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, tapi juga mendukung destinasi wisata di Gilimanuk,” jelas Artha. 

Sementara itu Kadis Koperindag Jembrana I Komang Agus Adinata, Pasar Gilimanuk akan direhab tahun ini dengan pagu anggaran sebesar Rp.2,1 milyar lebih. Anggaran itu untuk memperbaiki sebanyak 33 toko milik pedagang . Tambahan  lainnya akan  dibangun kantor kepala pasar, ruang menyusui, ruang poliklinik serta ruang Satpam dan ruang Pemadam Kebakaran (PK).

Ditambahkan Adinata, rencana revitalisasi ini sudah diawali dengan proses sosialisasi dengan para pedagang dan pemangku kepentingan di Gilimanuk.  Sosialisasi dilakukan untuk meminta masukan dari para pedagang. Beberapa masukan juga akan diakomodir pihak dinas diantaranya  agar dilengkapi kanopi selebar 3 meter ke depan pasar.

“Pasar Gilimanuk ini sudah sangat layak direvitalisasi mengingat beberapa bangunan milik pedagang sudah rusak. Kita rencanakan pelaksanaan pekerjaan fisiknya pada awal bulan Juni tahun ini,” sebut Agus Adinata.

Ditambahkan, selain pasar Gilimanuk, program revitalisasi akan dilanjutkan di Pasar Melaya dengan anggaran Rp 2,1 milyar bersumber dari DAK.   (utu)