Gek Mirah: ‘Media Berperan Penting Majukan Obyek Pariwisata di Jembrana’

Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, SST.P.

Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, SST.P, wanita muda, cantik dan berprestasi ini tampak fasih mengungkapkan potensi pariwisata di Jembrana. Ibu muda kelahiran 27 Agustus 1982 ini mengakui media berperan penting dalam memajukan objek wisata di Bumi Mekepung ini.

Gek Mirah, begitu sapaan akrab awak media kepadanya yang baru saja dilantik menjadi Kepala Bidang Pariwisata mendampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana Ketut Alit.

Bagi pegawai di Lingkungan Pemkab Jembrana, alumni STPDN tahun 2004 ini dikenal supel, familiar dan humanis. Karakter yang mudah menyesuaikan diri itu terbentuk saat dirinya pernah bertugas di bagian protokol dan perijinan.

Saat ditemui perspectivesnews.com di ruang kerjanya belum lama ini,  Gek Mirah mengungkapkan, Kabupaten Jembrana yang berada di ujung barat Pulau Bali, banyak memiliki obyek-obyek pariwisata yang bisa dikunjungi, diantaranya obyek wisata Bunut Bolong, kegiatan Mekepung, obyek wisata Pantai Medewi, obyek wisata spiritual Rambut Siwi, Perancak, Taman Wisata Tirta Samudra Delod Berawah, Desa Wisata Blimbing Sari dan Ekasari, Museum Manusia Purba, Patung Taman Siwa di Kelurahan Gilimanuk, Taman Nasional Bali Barat dengan aneka satwanya.

Selain itu ada juga obyek wisata Tebing Puncak Junior di Banjar Panceseming, Desa Batuagung, dll. Bahkan informasi keindahan, keunikan dan tantangan di tebing tersebut mewarnai informasi obyek wisata di media sosial. “Ini membuktikan peran media cukup penting dalam memajukan pariwisata di Jembrana. Tumbuh kembangnya sektor pariwisata bukan hanya tertumpu pada apa yang dilakukan pemerintah saja,” tutur Gek Mirah.

Dengan perangkat digital media sosial yang saat ini menguasai informasi antar manusia, obyek-obyek wisata dari inisiatif masyarakat dengan cepat dikenal dan ramai dikunjungi. Informasi yang gencar tersebut bersambung dengan kunjungan wisatawan domestik ke obyek yang menawarkan panorama alam dari ketinggian yang indah.

“Tidak hanya hutan dan kebun, dari puncak tebing yang oleh masyarakat setempat dibuatkan sejenis tangga dan panggung ini dimana pengunjung bisa  melihat Kota Negara sampai panorama lautnya dengan berselfi ria,” Gek Mirah.

Ditambahkan, wisata alam yang menantang di ketinggian tidak hanya Puncak Tebing Junior, tapi masih ada Green Cliff di Banjar Bangli, Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo.

Pengelola membangun sejenis jembatan dengan tinggi 10 meter panjang 60 meter yang dari sini bisa melihat pemandangan hutan serta aliran sungai. Di malam hari pemandangan kian bertambah indah karena lokasi juga dilengkapi dengan lampu-lampu.

“Obyek wisata baru Green Cliff yang dikembangkan Pokdarwis Banu Sejahtera, Banjar Bangli, Desa Yembang Kangin merupakan salah satu obyek wisata inisiatif dari masyarakat setempat. Beberapa obyek wisata hasil inisiatif dari masyarakat, bisa menjadi tanda bahwasanya sektor pariwisata di Kabupaten Jembrana saat ini tidak hanya menggeliat namun sudah mulai bangkit,” kata Gek Mirah bersemangat.

Kesadaraan untuk memanfaatkan teknologi informasi di media sosial yang telah merambah seluruh lapisan masyarakat merupakan keuntungan tersendiri untuk mengenalkan obyek-obyek wisata yang tengah tumbuh saat ini.

Jumlah wisatawan yang datang ke Jembrana diakui belum ideal karena para wisatawan belum banyak tahu jika di ujung Barat Pulau Bali ini banyak terdapat obyek-obyek wisata yang tergolong lengkap, mulai dari wisata pantai, pegunungan hingga sungai. Kerjasama yang baik antara semua elemen termasuk media online dan media lainnya, tentu akan menjadikan obyek-obyek wisata di Jembrana semakiin ramai dikunjungi.

“Yang diuntungkan tidak hanya pemerintah namun juga masyarakat di sekitarnya karena mereka bisa sejahtera dari sektor pariwisata,” tutup Gek Mirah.    (utu)