Aplikasi Laut Nusantara dari XL Axiata untuk Produktivitas Nelayan Banyuwangi

Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya ( kanan ) menyerahkan perangkat HP berisi aplikasi Laut Nusantara kepada perwakilan nelayan di Banyuwangi, Kamis (4/4/2019).

Banyuwangi, PERSPECTIVESNEWS-  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali melanjutkan program sosialisasi aplikasi Laut Nusantara kepada masyarakat nelayan di Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi Kota, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Lebih dari 100 nelayan yang mengikuti program sosialisasi Laut Nusantara.

Di acara sosialisasi ini, masyarakat nelayan mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan aplikasi digital Laut Nusantara untuk meningkatkan produktivitas sekaligus keamanan mereka dalam bekerja.

Turut menyaksikan acara ini adalah Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas M.Si, Kepala Balai Riset & Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP) Dr. I Nyoman Radiarta M.Sc, serta Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, “Banyuwangi merupakan salah satu sentra penghasil ikan laut terbesar di Jawa Timur. Banyak masyarakat nelayan dengan perahu-perahu bermesin kecil di bawah 5 gross ton. Karena itu, kami hadir kepada mereka untuk mengenalkan aplikasi Laut Nusantara guna membantu mendorong produktivitas hasil tangkap mereka. Apalagi sempat ada berita lokal menyebutkan tangkapan di Selat Bali menurun dan berpengaruh pada produktivitas nelayan,” ujarnya dalam rilis, Kamis (4/4/2019).

Dian melanjutkan, sosialisasi penggunaan aplikasi Laut Nusantara sekaligus merupakan bagian dari upaya XL Axiata membantu pemerintah menyiapkan masyarakat di semua lapisan ekonomi, dengan berbagai profesi, memasuki era digital.

Sosialisasi ini juga memberikan pemahaman kepada masyarakat nelayan untuk secara maksimal memanfaatkan smartphone dan layanan data yang diaksesnya guna meningkatkan produktivitas kerja. Melalui sarana digital, nelayan bisa mendapatkan sumber informasi bermanfaat yang bisa membantunya menemukan lokasi tempat ikan berada, sekaligus memberikan panduan keselamatan kerja.

Aplikasi “Laut Nusantara” yang dibangun selama kurang lebih 5 bulan ini didukung basis informasi yang lengkap dan real time. Serta sumber data sepenuhnya dari Balai Riset dan Observasi Laut (BROL). Sebagai lembaga riset dan observasi kelautan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, BROL memiliki data kelautan yang sangat lengkap dan sangat berguna untuk pengembangan di bidang kelautan, termasuk manfaat praktis bagi nelayan kecil.

Saat ini sudah ada 11 daerah dan 1.300 nelayan yang sudah menerima sosialisasi program Laut Nusantara.  (ari)