Banyak Pebulutangkis Berkualitas, PBSI Kemungkinan Kesulitan Tentukan Atlet Pra-PON

Made Darmiyasa

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bali tampaknya akan kesulitan memutuskan pebulutangkis putri yang masuk tim definitif Pra-PON Bali. Kesulitan itu bukan karena minimnya jumlah atlet, namun saking banyaknya pebulutangkis putri yang memiliki kualitas dan prestasi yang hampir sama.

Bahkan pebulutangkis yang kini masuk dalam pemantuan tim bayangan itu semuanya latihan di klub luar Bali sehingga sering ikut event nasional maupun internasional.”Khusus untuk putri, kita memang harus berhati-hati memutuskan pebulutangkis yang akan dimainkan saat Pra-PON. Jelas kejelian sangat diperlukan,” ucap Sekum Pengprov PBSI Bali, Made Darmiyasa di Denpasar, Sabtu (30/3/2019)

Pebulutangkis di sektor putri, kata dia, ada nama Ade Pranita, Deya Surya Sarawasti, Ayu Gari Luna Maharani, Komang Ayu Cahya Dewi, Kadek wulan Juliandini, Destin Puspitasari, Diah Ari Santi Dewi dan Karisma Maharani.

Sementara nama-nama pebulutangkis putra ada Agus Aldi, Agus Aditya Pratama Putra, Komang Triana Arya Kurniawan, Gede Pasek Ekayana, Seva Bramantya Putra, Deva Bramantya Putra, Alvin Onik dan Agung Suptayana.

“Sebenarnya baik putra dan putri kita juga harus selektif. Tapi putrinya yang memang terlihat lebih moncer prestasinya di event nasional,” tutur Darmiyasa.

Pria yang juga Ketua Panitia Walikota Cup Denpasar itu menambahkan, yang diperlukan dalam tim Pra-PON nantinya minimal 4 atlet dan maksimal 8 pemain untuk putra dan putri. Apalagi, kata Darmiyasa, kepengurusan PBSI Bali di bawah Nengah Wiratha memang akan berakhir sekitar tanggal 15 Mei mendatang.

“Itu artinya tinggal hitungan satu setengah bulan kedepan. Pengurus PBSI yang baru memang sangat menentukan tim definitif Pra-PON Bali nantinya,” tandas Darmiyasa.

Dia menyebut jika Bali sekarang ini dengan banyak pebulutangkis putra dan putri berlatih di klub besar luar Bali, memiliki peluang besar dalam meraih medali di PON XX/2020 di Papua, karena pesaingnya terutama untuk putri hanya tinggal Gregoria Mariska Tunjung saja. Minimal ada prestasi yang bisa ditorehkan di PON Papua nanti.

Sementara itu Pra-PON bulutangkis sudah dipastikan dilangsungkan ditempat netral yakni Surabaya, Jawa Timur. Sebab, Bali bukan berhadapan dengan pebulutangkis asal Jatim. Namun Bali berada di wilayah IV bersama NTT dan NTB.

Sementara tuan rumah Pra-PON bulutangkis untuk wilayah 3, 4 dan 5 yakni Surabaya. Sehingga Bali, NTT dan NTB hanya berstatus pinjam lokasi sebagai tempat pertarungan pebulutangkis asal 3 provinsi tersebut. Pra-PON nanti menggunakan GOR Sudirman Surabaya. Dengan sistem Pra PON menggunakan Thomas dan Uber. Kemudian saat PON baru ada nomor perorangan.(git)