Pelaut Bali Sandarkan Masa Depannya kepada Sosok Pejuang Ini…

0
557
Dewa Putu Susila, sosok yang familiar, humanis dan santun

Dalam istilah politik, figur yang satu ini sebenarnya sudah ‘mengakar rumput’. Jika sosok I Dewa Putu Susila ini mulai terjun dan menekuni dunia politik, sebenarnya baginya bukan hal baru. Keinginannya maju menjadi calon legislatif (caleg) makin membuncah. Ada apa?…..

Pertanyaan ini sah-sah saja dialamatkan kepada pengusaha sejumlah bisnis ini. Tetapi untuk apa dirinya mau menggerus waktunya memperjuangkan masa depan pelaut (tenaga kerja kapal pesiar –red) Bali?.

Pertanyaan ini bagi Pak Dewa-sapaan akrabnya, sudah lazim dan sering dilontarkan kepadanya. Jawabannya sederhana, demi meningkatkan kesejahteraan SDM di Bali dan Tabanan khususnya yang menjadi daerah pemilihan (Dapil) dirinya selain di Kota Denpasar untuk maju ke kursi DPRD Provinsi Bali.

“SDM di Bali dan Tabanan khususnya sangat potensial menjadi pelaut tetapi diantara kendala yang paling besar adalah biaya keberangkatan yang meliputi pembuatan paspor, cek kesehatan, training dsb, yang itu harus ditanggung oleh SDM bersangkutan. Ini jelas membebani mereka yang ingin memperbaiki masa depannya. Apalagi mereka berasal dari keluarga kurang mampu,” papar pria dengan seabreg kegiatan usaha, sosial, budaya dan pariwisata ini.

Di Bali, lanjut pria asal Kediri, Tabanan ini, jumlah pelaut Bali mencapai 18.000 orang. Dari tahun 1996-2007, dirinya telah memberangkatkan 7.000 pelaut bekerja ke Amerika Serikat. “Saya sudah memiliki agent kapal pesiar sejak 22 tahun silam dan saya merasakan betul apa yang menjadi kendala besar para pelaut kita,” tambah pria 53 tahun ini.

‘Blue Print’ Pariwisata

Perjuangan Ketua Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Cabang Bali ini ternyata tak sebatas pada masa depan para pelaut asal Tabanan saja. Bidang pariwisata juga menjadi perhatiannya. Dirinya ingin ada ‘blue print’ pariwisata yang mengatur dengan jelas apa yang menjadi kebutuhan pariwisata Bali dalam menyongsong persaingan ketat ke depannya.

Caleg DPRD Bali Nomor Urut 2 Partai NasDem ini mengakui, saat ini kita belum memiliki ‘blue print’ pariwisata yang jelas sehingga apa yang menjadi tuntutan seperti fasilitas, sarana dan prasarana, menjadi satu permasalahan cukup serius. Apalagi dikaitkan dengan posisinya sebagai pengurus KONI Bali Bidang Hubungan Luar Negeri dan Sport Tourism maka apa yang menjadi tuntutan Dewa Susila sangat logis dan masuk akal.   

Kepeduliannya yang begitu tinggi terhadap kemajuan pariwisata di bidang sport tourism, wajar jika Dewa Susila ingin peran serta pemerintah dalam membangun fasilitas dan infrastruktur sekaligus prestasi olahraga, baik di tingkat lokal, regional maupun nasional… disegerakan.

“Saya ingin memperjuangkan hak-hak rakyat kecil di Tabanan serta mengawal kebijakan pemerintah di bidang pariwisata (sport tourism) untuk kebermanfaatan bersama,” pungkas Dewa Putu Susila, politisi santun dan berkepribadian luwes ini.  

Mari kita dukung bersama perjuangan Dewa Putu Susila demi masa depan pariwisata dan generasi SDM (pelaut)  Bali sehingga kesejahteraan masyarakat makin terangkat. Sukses untuk Pak Dewa Susila ….  (ari)