Surabaya “Host” Pra-PON Bulutangkis November Mendatang

Made Darmiyasa

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Rapat kerja Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dengan Pengprov PBSI Bali di Jakarta akhirnya memutuskan hajatan Pra-PON Bulutangkis dihelat di Surabaya, Jawa Timur, November 2019 mendatang.

Sekretaris Umum PBSI Bali, Made Darmiyasa yang hadir dalam rapat tersebut, dihubungi mengatakan, untuk Pra-PON cabor bulutangkis Bali berada di Wilayah 4 bersama Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kota Surabaya diputuskan menjadi tuan rumah Pra-PON Bulutangkis untuk Wilayah III, IV dan Wilayah V sehingga Bali yang berada di Wilayah IV bersama NTB dan NTT akan berlaga di Surabaya,” ujar Made Darmiyasa, Senin (25/3/2019).

Dipilihnya Surabaya sebagai host Pra-PON Bulutangkis karena dari sisi transportasi udara sangat mudah dijangkau dari beberapa titik dan lokasinya berada di tengah-tengah wilayah lainnya. Dengan demikian, lanjut dia, peserta dari wilayah lainnya akan sangat mudah menjangkaunya.

 Selain itu, kata Darmiyasa, di Surabaya terdapat GOR yang memenuhi syarat untuk hajatan Pra-PON, yakni GOR Sudirman Surabaya, yang memiliki 6 lapangan. Itu artinya setidaknya dua lapangan akan digunakan untuk satu wilayah.

Helatan Pra-PON Bulutangkis, dipaparkan pria yang juga Wakil Sekretaris KONI Denpasar itu, bakal menghabiskan waktu sekitar enam hari, dengan tanggal gelaran yang belum diputuskan itu, sekitar antara 1 sampai 10 November 2019.

“Dengan dipilihnya Surabaya jelas akan menguntungkan Bali, karena dengan jarak yang dekat, dari sisi pendanaan tidak begitu besar dibanding ke Jakarta yang awalnya diperkirakan di sana. Termasuk keuntungan lainnya para pebulutangkis Pra-PON Bali nantinya tidak terlalu kelelahan, dan bisa melakukan recovery lebih bagus,” tambah Darmiyasa.

Disebutkannya, jika Bali sekarang ini dengan banyak pebulutangkis putra dan putri berlatih di klub besar luar Bali, memiliki peluang besar dalam meraih medali di PON XX/2020 di Papua, karena pesaingnya terutama untuk putri hanya tinggal Gregoria Mariska Tunjung saja.(git)