Bupati Eka: “Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan, Tabanan Mirip Toyama”

Bupati Eka saat audensi dengan perwakilan dari Pemerintah Toyama, Jepang.

Tabanan, PERSPECTIVESNEWS- Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, kembali melakukan audiensi dengan Pemerintah Toyama, Jepang, yang diwakili Mr. Tanaka membahas tentang penerapan teknologi ramah lingkungan di Kabupaten Tabanan, Jumat, (22/3/2019).

Pemerintah Toyama, berencana memberi bantuan berupa Rice Milling (penyosohan beras) dan teknologi ramah lingkungan untuk angkutan Trans Serasi serta pengolahan sampah.

Bupati Eka didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, AA. Dalem Tresna Ngurah, menyampaikan Pemerintah Toyama selalu memilih Tabanan dalam penyaluran bantuan karena mereka menilai Tabanan mirip seperti Toyama.

Disamping itu pula, Bupati Eka mengutarakan tentang pentingnya teknologi ramah lingkungan dan teknologi terbarukan bagi masyarakat. Diutarakannya, mereka (Pemerintah Toyama-red) telah beberapa kali melakukan kunjungan, melakukan survei dan melihat letak geografis Tabanan dan masyarakatnya. Masyarakat Tabanan yang mayoritas petani dan mereka tertarik ikut menjaga warisan budaya dunia yang ada di Tabanan.

“Jati Luwih merupakan salah satu World Heritage, dimana Toyama juga sangat ingin berpartisipasi menjaga warisan budaya dunia ini. Dalam bentuk energi, sumber daya apapun yang mereka punya, pengalaman yang mereka miliki, mereka ingin transfer knowledge dengan Tabanan sehingga Tabanan menjadi pilot project bagi Toyama sendiri. Apa yang sudah berhasil di Toyama bisa dibawa ke Kabupaten Tabanan,” tutur Bupati Eka.

Selain Rice Milling dan PLTA, Bupati Eka juga menjelaskan, Tabanan juga dibantu mesin persampahan, juga mengkaji upaya menggantikan energi minyak dengan gas khususnya untuk angkutan Trans Serasi yang merupakan program unggulan dari Pemkab Tabanan.

“Kita ada 200 armada yang akan ditransfer menjadi gas, sehingga akan menjadi suatu fasilitas publik yang aman, nyaman tidak polusi dan termasuk salah satu program untuk Indonesia. Presiden dan Gubernur juga menginginkan ramah lingkungan. Jadi kita akan buatkan contoh itu di Tabanan dan rencananya akan dilakukan study selama 3 tahun karena kita harus men-convert dulu kendaraan dan kita harus menyiapkan gas station. Proyek ini didukung penuh pihak Toyama Jepang,” tambahnya.   (hum)