Accor Hotels Bali & Lombok Gelar Malam ‘Linens for Life’

Foto bersama Susan Budiharjo, GM Hotel dan para model pada malam ‘Linen for Life’.

Nusa Dua, PERSPECTIVESNEWS- Sabtu malam (23/3/2019) adalah hari spesial bagi masyarakat Bali, khususnya penyuka fashion rancangan Susan Budiharjo. Ini karena malam tersebut, sebanyak 17 model memeragakan 63 busana ‘menakjubkan’ dari bahan Linen yang sudah tidak terpakai lagi.

Inisiatif ‘Linen for Life’ berasal dari Accor Hotels Bali & Lombok. Kegiatan dengan menggelar peragaan busana ini adalah bentuk kepedulian kepada sesama yang kurang mampu. Hasil rancangan tersebut akan dilelang untuk kemudian dana yang terkumpul disumbangkan untuk membantu operasional The Street Center, sebuah komunitas yang berorientasi pada kepedulian sosial.

“Inisiatif ini didorong oleh tekad Accor untuk memberikan kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat melalui Linen hotel yang sudah tidak terpakai, namun masih dalam kondisi layak pakai,” terang GM The Kuta Beach Heritage Hotel, Thierry Gasnier didampingi GM Ibis Styles Bali Benoa, Risya Wulansari saat person.  

Menurutnya, saat yang bersamaan, pihak hotel juga ingin memberdayakan masyarakat dan memberi mereka harapan untuk masa depan yang lebih cerah. ‘Linens for Life’ merupakan nama dari kegiatan ini dan alasan utama dilakukan kegiatan ini adalah untuk mendukung The Street Center yang telah didirikan oleh Bali Life Foundation, katanya.

Tujuan mulia yayasan ini, lanjutnya, adalah membawa perempuan dan anak-anak terlepas dari kemiskinan dengan memberi mereka pendidikan, sekolah, dan kegiatan untuk membantu mereka memulai kehidupan yang baru.

“Misi kegiatan inisiatif ini adalah untuk melatih anggota masyarakat menciptakan berbagai produk yang bermanfaat dari Linen hotel yang sudah tidak terpakai,” jelasnya.

Hasil produk tersebut diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kehidupan sehari-hari mereka, yang pada akhirnya membuat mereka terlepas dari kemiskinan. Pelatihan dilakukan hingga dua kali dalam seminggu, dengan sekitar 5 – 10 peserta. Di tempat pelatihan, peserta diperlihatkan dan dilatih untuk membuat segala macam produk yang bermanfaat dari Linen hotel yang sudah tidak terpakai lagi.

Hasil dari ‘karya seni’ yang telah dibuat ini, dipamerkan secara eksklusif melalui peragaan busana bertema “Passion” yang spektakuler dalam acara Gala Dinner.

Susan Budiharjo dikenal luas sebagai salah satu perancang busana senior di Indonesia dan hasratnya yang mendalam terhadap dunia mode telah mendorongnya untuk mendirikan Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budiharjo (Institut Pendidikan Desain Fashion Susan Budiharjo) di tahun 1980.

Sejak itu, sekolah Susan Budiharjo telah melahirkan banyak desainer muda 
berbakat di Indonesia seperti Sebastian Gunawan, Eddy Betty, Andrian Gan, Irsan,
Didi Budiarjo dan Denny Wirawan.  (ari)