Petani Di Jembrana Gelisah, Padi Rebah Diterjang Hujan dan Angin

Padi rebah diterjang hujan dan angin di sejumlah subak di Jembrana.

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS- Para petani di beberapa wilayah subak di Jembrana gelisah karena menjelang panen, banyak padi yang rebah diterjang hujan dan angin. Petani di belahan Barat Bali ini mengaku pusing karena dipastikan menjelang panen harga jual padi anjlok.

Hasil pantauan di salah satu subak di Jembrana seperti di wilayah Subak Tegalgintungan,Tegalcangkring dan wilayah subak lainnya, kendatipun masih bisa dipanen hasilnya kurang maksimal yang nantinya berpengaruh terhadap nilai jualnya.

“Ya bagaimana lagi, kondisi alam yang begini, mau tidak mau kita terima saja,” kata salah seorang petani sawah Bu Sari.

Pemilik UD Padi Mas ini ini lebih jauh mengemukakan, padi yang seharusnya siap panen tetapi menjadi rusak karena diterjang hujan dan angin. Banyak padi yang rebah menyentuh tanah. Rebahnya hampir merata di sejumlah titik walaupun masih ada yang kondisi baik.

Para petani pun berharap agar cuaca segera cerah sehingga padi yang rebah-rebah tidak semakin terendam air. Meski masih bisa dipanen harganya pasti turun.

Sebagaimana yang dikatakan Bu Sari, selama sepekan ini rata rata-rata petani gelisah karena jika padi sudah rebah akan sulit untuk dipanen. Kalaupun ada yang membelinya ujung-ujungnya akan ada potongan harga.

Petani lainnya, Pak Sangkok yang notabene sebagai petani penggarap ini juga mengaku khawatir karena hampir sawah garapannya, padinya rebah disapu hujan dan angin. Di sisi lain, Pak Sangkok mengaku, dalam masa panen saat ini padi tidak hanya rebah disapu angin akan tetapi ada di beberapa tempat diserang hama.

“Syukur hamanya tidak sampai meluas dan masih bisa diatasi,” tutur Pak Sangkok yang menambahkan para penebas untuk padi jenis Inpari ada yang memnberikan panjar Rp 300 ribu hingga Rp 325 ribu per are.   (putu)