KPU Bali Optimistis Angka Partisipatif Pemilih Pemula Meningkat Signifikan

I Dewa Gede Agung Lidartawan

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali optimistis angka partisipatif pemilih pemula di daerah ini meningkat signifikan. Hal itu lantaran KPU telah melakukan sosialisasi mengenai  Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden yang baru pertama kali digelar bersamaan ini. 

Sosialisasi terutama menyasar pemilih pemula atau milenial, yang konon merupakan kelompok dengan jumlah signifikan yang sering masuk barisan golongan putih (golput). Dengan sosialisasi yang massif, diyakini tingkat partisipasi pemilih milenial akan meningkat tajam pada Pemilu 2019. 

“Kami yakin jika pemilih milenial Bali yang saat ini jumlahnya naik signifikan, tidak akan golput lagi,” kata Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Gede Agung Lidartawan, di Denpasar, Selasa (19/3/2019).

Mantan Ketua KPU Kabupaten Bangli ini menyebut, jumlah pemilih milenial sangat signifikan, mendekati 30 sampai 40  persen dari total pemilih di Bali. Dari sosialisasi yang dilakukan selama ini, antusiasme mereka cukup luar biasa. 

“Geliatnya sunggu luar biasa. Antusiasme mereka sangat tinggi. Buktinya, permintaan sosialisasi di komunitas-komunitas kaum milenial di Bali selama ini lumayan banyak,” tandas Lidartawan. 

Mencermati pengalaman selama ini di mana kelompok pemilih milenial banyak yang tidak menggunakan hak pilih, lanjut Lidartawan, pihaknya memang cukup intens menyasar kaum milenial. 

“Kami berkeyakinan, kaum milenial harus tampil. Saatnya mereka yang berperan, ambil inisiatif, peduli, terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Makanya mereka harus ikut berpartisipasi dalam Pemilu. Kami sudah berupaya maksimal untuk melakukan sosialisasi kepada kaum milenial,” ucapnya. 

Hingga saat ini, sosialisasi sudah dilakukan di lebih dari 10 kampus di Bali. Rata-rata peserta yang hadir dalam setiap sosialisasi bisa mencapai 500 orang. 

Belum lagi Relawan Demokrasi (Relasi) yang direkrut KPU Provinsi Bali yang jumlahnya mencapai ribuan dan sangat aktif dari pintu ke pintu meyakinkan pemilih untuk ikut mencoblos tanggal 17 April. Mereka umumnya dari kaum milenial dari berbagai kampus di Bali. 

Hasilnya, puluhan komunitas dari berbagai latar belakang di Bali yang sudah dilakukan sosialisasi, semuanya antusias bahkan berjanji akan mendatangi TPS masing-masing. Para kaum milenial tersebut berjanji akan melakukan sosialisasi kepada teman, kelompok, dan jejaringnya. 

“Kami yakin, dengan sosialisasi kepada kaum milenial yang sangat masif, maka partisipasi pemilih kaum milenial Bali akan naik drastis,” tutur Lidartawan.(ari)