Politisi PDI P Ini Perjuangkan Perempuan dan Difabel Jadi Kaum Bermartabat

A A Ayu Triyana Tira

Di Kabupaten Badung, Bali, wanita bernama lengkap A A Ayu Triyana Tira ini cukup populer. Kader PDI P militan ini punya komitmen kuat untuk memperjuangkan kaum perempuan dan difabel bisa sejajar dalam berusaha dan bermartabat.

Mengapa?.  “Kaum difabel selama ini masih dipandang sebelah mata karena dinilai belum memiliki skill atau kompetensi seperti pekerja normal lainnya. Aku ingin memperjuangkan mereka untuk lebih banyak lagi bisa diterima bekerja di perusahaan. Aku yakin mereka bisa, tinggal kemauan dari perusahaan untuk menerima mereka,” aku Tira, politisi yang sudah berkiprah selama 20 tahun ini.

Mirisnya, kata ibu satu anak ini, kiprah kaum difabel di tingkat provinsi sangat minim. Belum adanya good will yang kuat dari masyarakat (perusahaan) dan pemerintah untuk memperjuangkan bersama-sama. “Aku niat maju menjadi caleg untuk memperjuangkan mereka selain mendorong kaum perempuan untuk berkiprah lebih banyak di politik. Jumlah perempuan yang terjun di politik belum ideal,” ujar perempuan dari Puri Kawan Carangsari, Petang, Badung ini.

Siapa Triyana Tira?, Namanya cukup diperhitungkan sebagai politisi perempuan yang gigih berjuang sesuai visi misinya. Kini dirinya maju kembali menjadi Caleg pada Pemilu 2019. Karir politiknya diawali sebagai pengurus PDI P di tingkat ranting, DPC dan sekarang WK DPD PDI P Bali Bidang Pemuda dan Olahraga. Tira maju menjadi Caleg untuk DPRD Provinsi Bali nomor urut 3 Dapil Badung.    

Tira mendorong kaum perempuan ‘bersuara’ lebih keras berjuang untuk masyarakat. Di Bali khususnya, perempuan masih dianggap nomor dua. Kiprahnya masih sering ‘terjegal’ oleh kodrat perempuan yang mengharuskan mereka mengurus anak dan rumah tangga, padahal jika mereka mau, bisa menyamai bahkan melebihi kemampuan kaum laki-laki.  

Belum lagi soal KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang terus terjadi. Ini, kata ini mesti mendapat perhatian serius. “Perempuan di Bali yang mengalami KDRT beranilah lapor….jangan diam saja, merasa malu seolah itu aib keluarga. Kaum perempuan yang mengalami KDRT terkesan diam tetapi menjadi masalah serius hingga maaf…bunuh diri bersama anak-anak mereka karena tidak adanya keberanian dan keinginan untuk melapor. Mereka takut diasingkan oleh keluarganya dan keluarga suami,” terang aktivis yang getol menyuarakan hal-hak perempuan Bali ini.

Tira juga mengingatkan, bagaimana SDM pekerja pariwisata di Badung bisa mendapatkan kesejahteraan lebih dari jerih payah mereka yang berandil besar turut mendongkrak PAD. “Mereka tulang punggung dan pencetak PAD maka sepatutnya jika kesejahteraan mereka terus ditingkatkan. Ini juga menjadi misi kita,” urai perempuan 43 tahun ini.

Triyana Tira mengajak kaum perempuan mau berkiprah di politik, berjuang bersama-sama bisa sejajar dengan laki-laki. “Sekarang adalah momen yang tepat untuk berpolitik,” ajaknya.   (ari)