Pra-PON Bulutangkis Bali Satu Grup dengan NTB dan NTT

Made Darmiyasa

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Apa yang diperjuangkan Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bali ke PP PBSI agar dalam Pra-PON tidak tergabung bersama tim-tim di Pulau Jawa, akhirnya membuahkan hasil.

Keputusan yang dikeluarkan PP PBSI menetapkan bahwa Bali dalam Pra-PON mendatang berada di zona tersendiri, yakni Zona IV bersama Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pra-PON Bulutangkis dipastikan akan dihelat setelah Porprov Bali, tepatnya tanggal 7 hingga 14 November 2019. Hanya saja, tempat gelaran Pra-PON masih belum diputuskan.

“Kepastian pembagian zona itu telah turun dari PP PBSI dengan Nomor

SKEP/018/03/II/2019 tertanggal 1 Februari 2019, yang ditandatangani langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP PBSI Achmad Budiharto,” ujar

Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov PBSI Bali, Made Darmiyasa, Selasa 12 Maret 2019 di Denpasar.

Dengan turunnya SKEP tersebut, lanjut Darmiyasa, itu membuktikan usulan PBSI Bali sebelumnya, dimana tergabung di zona atau wilayah dengan rival kuat, akhirnya dipenuhi PP PBSI, sehingga turun zona sekarang ini.

“Usulan Bali jadinya diterima dengan adanya perubahan penghuni zona

bagi Bali dari sebelumnya. Sementara untuk kuota Pra-PON atau PON

XX/2020 Papua nanti untuk masing-masing provinsi yakni untuk putra

kuotanya maksimal 8 pebulutangkis dan minimal 4 pebulutangkis. Sedangkan untuk putri minimal 2 pebulutangkis dan maksimal 5 pebulutangkis,” terang Darmiyasa.

Disebutkannya, dalam Pra-PON yang hanya memainkan nomor beregu saja dengan sistem Piala Thomas dan Uber Cup itu, hanya provinsi yang juara zona saja yang berhak berlaga di PON Papua nantinya. Kalau di PON Papua, baru dipertandingkan untuk perorangan dan beregu.

“Soal tempat gelaran Pra-PON nantinya bakal ditentukan sekitar akhir Maret ini, saat diundangnya Pengprov PBSI seluruh Indonesia oleh panitia Pra-PON bulutangkis,” kata Darmiyasa.

Pria yang juga Wakil Sekretaris KONI Kota Denpasar ini menambahkan, dengan tidak bergabungnya Bali ke zona Jawa, maka peluang meloloskan pebulutangkis putra dan putri ke PON Papua sangat terbuka, baik di perorangan maupun beregu putra dan putri.

“Selama ini hanya beregu putri saja yang berhasil lolos PON, seperti saat PON Jawa Barat, sedangkan perorangan putri, beregu putra dan perorangan putra Bali selalu kandas di Pra-PON, karena itu tadi bergabung dengan zona Jawa,” pungkas Made Darmiyasa.(git)