Ribuan Orang Tinggalkan Bali, Penyeberangan Gilimanuk Ditutup 24 Jam

Pemudik dengan sepeda motor tampak memadati Pelabuhan Gilimanuk

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Ribuan orang berbondong-bondong meninggalkan Bali menuju Jawa melalui pintu Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana sejak Selasa tanggal 5 Maret 2019 dan puncaknya terjadi hari Rabu tanggal 6 Maret 2019.

Ribuan kendaraan roda dua dan roda empat tampak memadati penyeberangan yang menghubungkan Pulau Bali dengan Pulau Jawa itu. Desak-desakan pun terjadi lantaran mereka takut tidak terseberangkan ke Jawa karena tepat pukul 00.00 Wita Kamis 7 Maret 2019 dini hari, Pelabuhan Gilimanuk ditutup selama 24 jam karena umat Hindu melaksanakan tapa brata penyepian Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1941.

Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk tampak terjadi lonjakan arus pengguna jasa penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Arus penyeberangan terpantau lebih ramai dibanding sebelumnya.

Menghindari terjadinya penumpukan di areal pelabuhan, PT ASDP Indonesia Ferry memaksimalkan pengoperasian puluhan kapal yang melayani penyeberangan Jawa-Bali. Berdasarkan data pembelian tiket pada H-3 Nyepi, pengguna jasa yang meninggalkan Bali sudah mencapai 7.576 orang.

Mereka terdiri atas 1.271 penumpang pejalan kaki, 4.249 kendaraan roda dua, dan 4.117 kendaraan roda empat. Jumlah penumpang keluar Bali pada H-3 Nyepi tahun ini mengalami peningkatan sekitar 5 persen dibanding Nyepi tahun 2018 lalu yang hanya 7.246 pengguna jasa.

Manajer Usaha Pelabuhan Gilimanuk, Agus Supriyatno saat dikonfirmasi mengakui terjadinya lonjakan arus pengguna jasa penyeberangan yang meninggalkan Bali ini. Menurutnya lonjakan arus penumpang keluar Bali didominasi penumpang yang menggunakan kendaraan roda dua. Bahkan untuk melayani pengguna jasa penyeberangan yang mengalami lonjakan itu, pihaknya sampai mengoperasikan hingga empat loket tiket penyeberangan.

Lonjakan pengguna jasa menjelang Nyepi ini pihaknya juga memaksimalkan kapal yakni sebanyak 32 kapal. Pihaknya juga belum melakukan percepatan pola bongkar muat karena kedatangan arus keluar Bali itu juga masih tergolong lancar, dan kapal-kapal yang sandar masih sempat menunggu muatan di dermaga.

Jadwal penutupan penyeberangan untuk Nyepi tahun ini juga diakuinya agak berbeda dibanding Nyepi tahun lalu. Tahun ini, penutupan bersamaan antara di Gilimanuk dan Ketapang mulai pukul 00.00 Wita, sudah diberangkatkan kapal terakhir dari Ketapang maupun Gilimanuk.

“Kalau diberikan terlalu mepet dengan Nyepi, kami khawatir banyak sopir truk yang tetap berdatangan hingga waktu penutupan. Kami harapkan sebelum pukul 00.00 Wita, sudah tidak ada muatan ,” pungkas dia.(ari)